Header Ads

245 WNI Diamankan di Saudi karena Haji Pakai Visa Umrah dan Wisata

Baturaja Radio Selama musim haji 2017, periode Agustus hingga September, 245 warga Indonesia diamankan pihak berwenang Arab Saudi karena kepergok menggunakan visa umrah dan ziarah (wisata) untuk berhaji. Sanksinya berat. Jangan ditiru!

"Total ada 245 orang (yang ditangkap). Mereka haji dengan menggunakan visa umrah atau ziarah," kata Konsul Jenderal RI Jeddah, M Hery Saripudin, usai melepas jemaah haji kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Lombok atau LOP 10 di Hotel Al Wada Madinah, Kamis (5/10/2017).

Hery menjelaskan kejadian tersebut bukan hal baru. Tahun-tahun sebelumnya juga ada. Hal itu merepotkan pemerintah Indonesia dan merugikan jemaah sendiri. Menurut informasi, ada jemaah yang bayar Rp 200 juta sebelum berangkat. Alih-alih berhaji, mereka malah berurusan dengan aparat Saudi.

WNI yang melakukan tindakan ilegal menurut Saudi itu bisa jadi lebih dari 245 orang. "Sebab, angka itu berdasarkan permintaan dokumen SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) ke kami. Di luar itu tidak ada laporan," urai Hery.

Ke-245 orang tersebut sudah dipulangkan ke Tanah Air. Mereka tidak diproses pidana karena tidak ada laporan kepolisian. Namun tetap disanksi. "Sanksinya 6-7 tahun di-blakclist (berkunjung ke Arab Saudi)," jelas Hery.

Saudi sangat ketat mengawasi pelaksanaan haji. Untuk masuk Mekah saja, menurut Hery, ada tiga lapis pemeriksaan. Jadi tidak perlu coba-coba menempuh jalur ilegal.

Pelaksanaan haji tahun ini menurut Hery sukses. Indikasinya bisa terlihat dari minimnya masalah kekonsuleran. Tahun sebelumnya sempat ramai soal jemaah yang membawa uang miliaran. Sempat dicurigai berkaitan dengan aktivitas terorisme, ternyata dana itu akan dipakai kegiatan sosial di Indonesia.

"Tahun ini tidak ada masalah," jelasnya.

Operasional haji 2017 telah berakhir. Daerah Kerja (Daker) Mekah menuntaskan tugas pada Kamis, 28 September, sedangkan Daker Madinah selesai pada hari ini, Kamis (5/10), dengan ditandai pemulangan terakhir jemaah ke Tanah Air.  (news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.