Header Ads

Polda Sumsel incar tengkulak pengendali harga beras

Baturaja Radio - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan berupaya mengincar tengkulak dan spekulan beras yang selama ini diresahkan masyarakat karena berperan mengendalikan harga pangan tersebut baik di tingkat petani maupun di pasar.

"Informasi masyarakat terus ditampung dan dijadikan bahan penyelidikan, jika cukup bukti kami akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum," kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Palembang, Rabu.

Menurut dia, tindakan tengkulak dan spekulan beras mengendalikan harga pangan tidak boleh dibiarkan, karena dapat mempengaruhi stok dan harga jual di pasaran.

Untuk menindak tengkulak dan spekulan pangan itu, selain menurunkan Satgas Pangan Polda Sumsel, pihaknya juga mengharapkan partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat.

Jika masyarakat mengetahui ada tengkulak dan spekulan yang berupaya menyerap hasil panen petani secara besar-besaran dengan harga rendah dan menyimpannya dengan tujuan mengendalikan harga hingga posisi tertinggi pada momentum stok di pasaran menipis, diminta untuk segera melapor kepada aparat kepolisian terdekat, katanya.

Dia menjelaskan, harga pangan seperti beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat harus bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dengan melakukan pengawasan secara maksimal, diharapkan dapat menutup celah tengkulak dan spekulan menguasai stok beras, dan dapat dilakukan tindakan penegakan hukum secara cepat jika mereka melakukan aktivitas bisnis yang dapat merugikan dan membebani biaya hidup masyarakat.

Mengenai stok beras, menurut pihak Bulog provinsi setempat saat dilakukan insepksi mendakak di salah satu gudang beras di Palembang, tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan pangan di wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu akibat ulah tengkulak dan spekulan, karena ruang gerak mereka terbatas dan jika melakukan kegiatan yang berpotensi mempengaruhi pasokan dan harga beras di pasaran akan berurusan dengan hukum, kata kapolda.

Sementara Kepala Bulog Divre Sumsel dan Bangka Belitung Bahtiar MS ketika diminta tanggapannya mengenai adanya tengkulak beras dan spekulan yang menjadi pesaing Bulog dalam menyerap hasil panen petani dan menumpuk stok untuk mendapatkan keuntungan besar, tidak bersedia menjawab.

Mengenai permasalahan tengkulak dan spekulan yang berperan mengendalikan stok dan harga beras di pasaran
"no comment", ujar Bahtiar. (antarasumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.