Header Ads

Senjata Api Rakitan Teroris Tuban Bernilai Rp 5 Juta

Baturaja Radio - Enam terduga teroris menyerang Pos Polisi di Tuban, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Mereka menggunakan enam senjata rakitan yang masing-masing bernilai sekitar Rp 5 juta.

"(Harga satu senjata) Bisa sekitar Rp 5 juta," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).

Boy menjelaskan, mereka mendapat senjata rakitan tersebut dari dalam negeri. Meski sudah berbekal senjata api untuk menyerang aparat, mereka bukanlah penembak yang terlatih.

"Mereka ini nggak latihan, buktinya nembaknya nggak benar," ujar Boy.

Enam teroris yang menumpang mobil lantas kabur. Dua polisi yang ada di pos kemudian menghubungi rekan lainnya untuk melakukan pengejaran dan penghadangan.

Setelah dilakukan pengejaran dan penghadangan, Mobil Terios ditinggalkan pelaku di tepi jalan. Seluruh penumpang dan sopirnya kabur ke kebun di sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu.

Brimob dan Densus Antiteror 88 melakukan pengepungan dan terjadi baku tembak. Enam orang teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang berniat balas dendam itu tewas diterjang timah panas.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan enam senjata api rakitan dan sejumlah senjata tajam.

"Senjata api gak tanggung-tanggung ada enam senjata apinya. Ada pisau juga banyak sekali, jadi ini diduga senjata api rakitan. Kalau peluru rata-rata ada yang kaliber 22, lalu 5,56. Inilah senjata yang dipakai untuk menyerang," pungkas Boy.

(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.