Header Ads

Puluhan Negara Peringatkan AS soal Niat Trump Pindahkan Kedubes AS

Baturaja Radio - Sekitar 70 negara mengadakan rapat di Paris, Prancis, terkait niat Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem. Mereka akan memperingatkan AS bahwa tindakan itu bisa menggagalkan upaya perdamaian.

"Ini akan menjadi keputusan sepihak yang bisa meningkatkan ketegangan di lapangan," kata seorang diplomat senior Prancis seperti dilansir Reuters, Minggu (15/1/2017).

Prancis menyebut rapat itu tidak diniatkan untuk mendorong apa pun bagi Israel atau Palestina. Mereka hanya menyatakan pada akhirnya hal itu adalah negosiasi untuk 2 negara menyelesaikan konflik.

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmud Abbas telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menghentikan niat Amerika Serikat memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem. Pejabat tinggi Palestina, Saeb Erekat mengatakan, dirinya telah menyampaikan surat dari Abbas untuk Putin saat kunjungan ke Moskow untuk bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

"Surat tersebut meminta Presiden Putin melakukan apa yang dia bisa mengenai informasi yang kami punya bahwa Presiden terpilih Donald Trump akan memindahkan kedutaan ke Yerusalem, yang bagi kami merupakan garis merah dan berbahaya," tutur Erekat seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (14/1/2017).

Semasa kampanye kepresidenan, Trump telah menyampaikan niatnya untuk memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal ini tentunya ditentang keras oleh Palestina mengingat status kota tersebut yang hingga saat ini masih diperebutkan.

Sebelumnya, Abbas menegaskan, jika Kedubes dipindahkan maka "proses perdamaian di Timur Tengah, dan bahkan perdamaian di dunia, akan berada dalam masalah besar."

Selama ini Palestina menganggap Yerusalem timur yang dicaplok Israel sebagai ibukota mendatang negara mereka. Namun Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya. Pemerintah Amerika Serikat dan kebanyakan negara-negara anggota PBB tidak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Status kota tersebut merupakan salah satu masalah paling pelik dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun.(detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.