Header Ads

Damkar Terguling, Satu Petugas Tewas

Baturaja Radio - Rencana petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan OKU untuk memadamkan kebakaran di desa Raksa Jiwa, kecamatan Semidang Aji, tak kesampaian. Penyebabnya, satu armada pemadam kebakaran BG 8009 FZ mengalami kecelakaan tunggal, kemarin (6/1). 

Truk pemadam kebakaran yang dikemudikan Wiwin Candrawijaya (37) tersebut bermuatan 4.000 liter air dan mengangkut sembilan petugas. Truk berwarna merah menyala itu terbalik di Jl Lintas Sumatera, desa Pengaringan, kecamatan Semidang Aji.

Akibatnya, delapan petugas mengalami luka, sementara satu diantaranya Ardiansyah (27) warga kelurahan Sukajadi, kecamatan Baturaja Timur, tewas karena diduga terjepit badan Informasi yang didapat, armada damkar tersebut terguling sekitar pukul 12.30 WIB. Ketika itu, posko PBK Kota Baturaja menerima laporan ada kebakaran di desa Raksa Jiwa. 

Tiga armada menuju ke lokasi kebakaran untuk membantu petugas kebakaran dari posko PBK kecamatan Pengandonan. 

Ketiga armada tersebut adalah satu truk pemadam kebakaran yang dikemudikan Wiwin Candrawijaya dan dua tangki air. Di dalam kabin truk pemadam kebakaran, ada Wiwin Candrawijaya (sopir), Iwan Kosasi, dan Yoga Frans. Sementara petugas lainnya duduk di belakang kabin.

Delapan petugas sempat dilarikan ke puskesmas desa Pengaringan. Sementara Ardiansyah dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo. Tal lama berselang, delapan petugas lainnya juga dilarikan ke RSUD.

Kuat dugaan, saat truk terbalik, Ardiansyah berada di samping kanan bawah tangga truk pemadam kebakaran. Akibatnya, ia terjepit truk tersebut. Bahkan truk tersebut sempat terseret sekitar 10 meter Kepala Dinas Pemada Kebakaran dan Penyelamatan OKU Himda didampingi Sekretaris Alfarizi mengakui, petugas PBK dalam perjalanan untuk memadamkan kebakaran di desa Raksa Jiwa. ”Kecelakaan ini terjadi karena diduga kuat badan jalan licin dan melintasi tikungan ganda,” jelas Himda. 

Sekda OKU H Marwan Sobrie belum mau berkomentar banyak saat membesuk para korban kecelakaan di RSUD Ibnu Sutowo kemarin. Ia masih memfokuskan diri untuk mengurus jenazah almarhum dan korban lainnya. Sejumlah pejabat pemerintah juga berdatangan, termasuk Bupati OKU Drs H Kuryana Azis.

Sementara itu, petugas unit Laka Polres OKU Apitu Jauhari Effendy, Brigpol Rahmatillah dan Brigpol Herman yang dipimpin Kanit Laka Aiptu Andrianto melakukan olah TKP dibantu personil Polsek Semidang Aji. Kasat Lantas Polres OKU AKP Chandara Kirana melalui kanit Laka, Aiptu Andrianto menduga penyebab kecelakaan tunggal tersebut karena badan jalan licin dan menikung. 

“Mobil damkar yang mengalami kecelakaan sudah diamankan di Satlantas Polres OKU,” kata Andrianto. Dalam sebulan terakhir, armada pemadam kebakaran telah dua kali mengalami kecelakaan tunggal. Sebelumnya, terjadi di desa Terusan, kecmatan Baturaja Timur, menjelang akhir tahun lalu.

Kepergian Adriansyah membuat rekan satu profesi kaget. Salah satunya, Adi. Menurut Adi, semasa hidup, Adriansyah merupakan orang yang supel dan mudah bergaul. Sehingga, enak untuk diajak berteman.

“Pagi tadi (kemarin) sempat main gaple. Siang tadi, saya sholat Jumat, mereka pergi ke Raksa Jiwa untuk bertugas (memadamkan kebakaran),” ungkap Adi yang merupakan rekan satu regu Adriansyah sejak 2016 lalu. Sementara menurut Taslim, mantan ketua regu I, Adriansyah merupakan petugas yang tak banyak ulah, baik saat bergaul maupun bertugas. ”Lama saya menjadi atasannya. Dia tak banyak ulah,” tutur Taslim. 

Kerabat korban yang juga Camat Baturaja Barat Heriyamin menambahkan Adriansyah dikabarkan berencana akan menikah tahun ini. Namun sayang, rencana tersebut tak terwujud. Setelah disemayamkan di rumah duka, Adriansyah dimakamkan di TPU Kelurahan Sukajadi kemarin petang. (okes.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.