Header Ads

Terjadi 9 Gempa di Awal November, BMKG: Aktivitas Lempeng Masih Wajar

Baturaja Radio - Sepanjang November 2016 hingga tanggal 19 telah terjadi sedikitnya 9 gempa bumi di Indonesia. Meski begitu, BMKG masih menganggap bahwa aktivitas lempeng bumi masih tergolong wajar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (21/11/2016).

"Meningkatnya aktivitas gempa bumi akhir-akhir ini bukan merupakan indikasi akan terjadinya peristiwa gempa bumi besar. Aktivitas gempa bumi di zona selatan Jawa hingga saat ini masih tergolong wajar," ujar Daryono.

Daryono mengatakan, sempat ada informasi terkait gempa yang meresahkan warga Yogyakarta dan sekitarnya. Namun BMKG memastikan bahwa meskipun ada gempa itu lebih kepada manifestasi pelepasan energi agar tidak terjadi akumulasi tegangan.

"Zona selatan Pulau Jawa memang berdekatan dengan subduksi lempeng aktif, dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Pulau Jawa dengan laju 74 mm/tahun yang berdampak kepada tingginya aktivitas gempabumi di selatan Jawa," kata Daryono.

"Banyaknya aktivitas gempabumi merupakan manifestasi pelepasan energi agar tidak terjadi akumulasi tegangan yang dapat memicu terjadinya gempabumi besar," lanjutnya.

Daryono menegaskan, jika ada berita yang mengatakan gempa besar disertai tsunami, hingga saat ini bisa dipastikan berita tersebut tidak benar. Warga diminta tak terpancing.

"Dari sekian banyak isu akan terjadi gempabumi besar dan tsunami, hingga saat ini tidak ada satupun yang terbukti benar. Untuk itu kepada warga masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutur Daryono.(detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.