Header Ads

Suplai Ikan Mujair dari Lubuklinggau ke Pasar Tradisional Baturaja Putus

Baturaja Radio - Distributor ikan khususnya jenis ikan mujair (nila) diduga sengaja tidak mensuplai ikan ke sejumlah pasar di Kabupaten OKU.

Tujuannya diduga tidak lain untuk menaikkan harga ikan.
Hal itu dikatakan pedagang ikan di Pasar Baru Baturaja yang ditemui Sripoku.com, Selasa (22/11/2016).
"Biasonya mereka tidak mengirim selama dua hari setelah itu baru pindah rego,” terang Udin (45).

Menurutnya kalau hanya mengalami kenaikan yang masih wajar tidak masalah tapi terkadang setelah putus 2 hari maka akan pindah harga bukan lagi naik.

Biasanya harganya berkisar Rp 30 ribu-Rp 35.000 per kg.
Sejumlah pedagang ikan lainnya juga terlihat tidak ada yang menjual ikan mujair karena tidak ada suplai dari daerah Lubuklinggau.

Pedagang ikan di Kota Baturaja mengaku tidak punya pilihan lain, karena hanya distributor dari Linggau yang rutin mengirim ikan ke Kabuten OKU.

Ikan Mujair Ranau

Buntut dari tidak dikirimnya ikan mujair dari Lubuklinggau, pedagang ikan di Baturaja hanya menjual mujair dari Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan.

“Ikan mujair Ranau inilah yang ado. Tapi ukurannyo di atas 1 kg per ekornya,” terang Udin, pedagang ikan yang ditemui di Pasar Ikan Pasar Baru Baturaja, Selasa (22/11/2016).

Menurut Udin, ikan mujair Ranau ini juga merupakan stok sehari sebelumnya ada sebagian yang masih hidup dan selebihnya sudah mati.

Ikan mujair Ranau yang memiliki keungulan dagingnya lebih tebal dan rasanya juga tidak kalah dengan mujair dari Lubuklinggau.

Harga per kilonya Rp 35.000 dan sangat diminati ibu rumah tangga.
Namun untuk pemilik rumah makan kurang suka karena ukurannya terlalu besar susah menjual untuk pelanggan rumah makan.

Pantauan di pasar, ikan mujair ini hanya dijual oleh Udin saja, sedangkan pedagang lainnya kosong, karena pedagang tidak ada yang menyetok ikan Ranau sebab ukurannya besar-besar sehingga sulit menjualnya.

Padahal ikan dari Linggau cukup diminati karena rasanya gurih dan ukurannya sedang dan banyak pelanggan khususnya rumah makan yang menjadi pelanggan tetap pedagang ikan. (tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.