Header Ads

Kuliah Umum di UKI, Panglima TNI Beberkan Potensi Ancaman Keamanan RI

Baturaja Radio - Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memaparkan sejumlah ancaman yang dihadapi negara Indonesia. Ancaman tersebut dikatakan Gatot berasal dari dalam dan luar negeri.

"Kondisi Indonesia sekarang dari perspektif ancaman, yang pertama dari 12 Juli 2016 lalu pengadilan arbitrase menolak klaim Tiongkok atas hak Zona Ekonomi Eksklusif di Laut Cina Selatan. Tapi Tiongkok tidak menggubrisnya. Itu pertama," sebut Gatot, Kamis (17/11/2016).

Indonesia yang dikelilingi persemakmuran Inggris, yaitu Malaysia, Singapura, Australia, dan New Zealand dinilai rawan konflik. Salah satunya, disebutkan Gatot, saat konflik dengan Singapura terkait masalah reklamasi.

"Dari dalam negeri, kita diancam teroris. Maka perlu melakukan tindakan baru dalam penyelidikan dan penyidikan. Dengan undang-undang teroris sekarang ini, Indonesia menjadi tempat paling aman bagi teroris bersembunyi," urai Gatot.

Selanjutnya, ancaman dari dalam negeri adalah narkoba. Diibaratkan Gatot, pada tahun 1800 negara Tiongkok sangatlah kuat melawan Inggris dan Prancis.

"Namun setelah diracun menggunakan candu. Maka lepaslah Taiwan, Hongkong, dan Makau," jelas dia.

"Tahun 2016, 2 persen penduduk Indonesia meninggal menggunakan narkoba. 15 ribu diantaranya meninggal tiap tahun. Barang sitaan BNN pun meningkat, pada tahun 2013 sebanyak 542 kilogram, tahun 2014 sebanyak 1,1 ton, dan tahun 2015 sebanyak 4,5 ton," imbuh dia.

Hasil tax amnesti yang sedang digalakkan pemerintah Indonesia dikatakan Gatot, pada periode pertama berhasil mengumpulkan Rp 97,2 triliun. Hal itu membuat negara tetangga merah karena nilai tukar nilai tukar dolar Singapura dan ringgit Malaysia turun setelah adanya tax amnesty.

"Lalu ada kejadian Presiden Rusia emergency call, Selasa (11/10) lalu. Dia menyuruh seluruh anggota keluarga yang berada di luar negeri untuk dipulangkan. Ini berkaitan dengan krisis di Ukraina yang bisa merembet ke Indonesia," kata Gatot.

Indonesia kata Gatot akan menjadi rebutan. Memiliki garis pantai terpanjang, maka semua negara ingin menguasai, salah satunya adalah Pulau Papua yang ditunjuk Gatot saat pemaparan diincar oleh Amerika Serikat.

"Indonesia paling optimis kemajuannya nomor 2 setelah Tiongkok karena kekayaannya. Soekarno mengingatkan, kekayaan Indonesia akan membuat iri negara lain. Pak Jokowi mengatakan, kekayaan ini bisa menjadi petaka. Kita harus waspada dari tangan-tangan tidak terlihat," ucap Gatot.

"Semua pulau menjanjikan. Kita diincar saya yakin 100 persen. Bagaimana mengatasinya, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Jika tidak ada Islam, Kristen Hindu, dan Budha. Bukan Indonesia. Itu ke-Indonesia-an kita," tambah dia.

Terakhir, Gatot menambahkan bahwa Kerajaan Sriwijaya hancur bukan dari luar. Majapahit juga hancur pun bukan karena faktor dari luar.

"Semua dari dalam. Karena kita tidak bisa dikutik dari luar. Karena kebhinnekaan itu," pungkas dia.
(detik)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.