Header Ads

Baturaja Radio - Markas Besar Polri membenarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan sejumlah pegiat media sosial. Namun, pertemuan itu hanya dihadiri netizen pendukung calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Sudah kami konfirmasi. Itu (isu Tito bertemu pegiat media sosial pendukung Ahok) fitnah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto di Jakarta, Jumat (25/11).
Rikwanto mengatakan, kepolisian memang selalu beraudiensi dengan pegiat media sosial dalam periode tertentu. Forum itu diadakan untuk mensosialisasikan pesan Polri kepada publik.
"Salah satunya yang kemarin itu. Kebetulan Pak Kapolri mau mengarahkan," ujarnya.
Pegiat media sosial Enda Nasution, yang turut hadir dalam pertemuan dengan Tito tersebut, menyebut stabilitas keamanan Jakarta terkait penyebaran informasi palsu merupakan perhatian utama forum itu.
Enda berkata, pertemuan tanggal 23 November itu menghasilkan resolusi bertajuk Piagam Masyarakat Anti Hoax yang memuat sepuluh butir pemberantasan informasi palsu.
Selain Enda, ada beberapa tokoh yang aktif di medium digital seperti Wicaksono alias Ndoro Kakung, Koko Dirgantoro, Shafiq Pontoh, Harry Sufehmi, dan Andrew Darwis.
Enda berkata, akurasi fakta dari informasi yang belakangan beredar di media sosial menjadi perhatian banyak komunitas pegiat literasi internet.
Dari hasil pembicaraan dengan Tito, Enda menyebut beberapa pihak yang ingin memanfaatkan kasus Ahok untuk mengganggu stabilitas negeri. Salah satu caranya ditempuh melalui media sosial. (tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.