Banner

Banner
Pemkab OKU

Agus Yudhoyono: Masyarakat Jangan Perluas Konflik, Jakarta Harus Aman

Baturaja Radio - Calon gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mengimbau agar para pendukungnya menyikapi persoalan di Jakarta dengan arif dan bijaksana. Masalah itu adalah soal pidato kontroversial Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kemudian berbuntut demonstrasi 4 November lampau.

Agus ingin agar semua pihak tidak memperluas konflik, melainkan harus mempersempit konflik sehingga bisa diselesaikan dengan damai. Penting untuk dijaga, kebhinekaan bangsa yang menjadi jiwa kebangsaan.

"Ke depan, kita harus mencegah benturan fisik di lapangan. Jangan sampai konflik kekerasan komunal. Jangan sampai persoalan pribadi dibawa ke persoalan antaragama dan etnis. Kita sungguh berharap negara, pemerintah, dan aparat keamanan mengambil langkah-langkah yang tepat dan benar, agar Jakarta tetap aman, masyarakat Jakarta tetap dilindungi apapun agama dan etnisnya. Jakarta senantiasa rukun dan damai," kata Agus dalam Pidato Politik keduanya di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Minggu (13/11/2016).

Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini menyatakan tak ingin Indonesia terpecah gara-gara satu isu. "Jangan memperluas konflik. Justru konflik harus kita persempit dan kita batasi, dan kita selesaikan secara tepat, arif, dan damai," kata Agus.

Soal Pilgub DKI 2017 secara umum, kontestasi tempat dia juga bertarung dengan cagub petahana Ahok, Agus merasa banyak pihak yang menfitnahnya. Dia mengatakan akan menanggapi fitnah tersebut secara arif. Namun Agus tak menjelaskan lebih lanjut fitnah apa yang dia bicarakan ini.

"Ketika saya berjuang nampaknya Allah sedang menguji kita. Saat ini kita sering diserang dan dihujani fitnah tanpa fakta. Fitnah yang luar biasa bukan hanya pada Agus-Sylvi tapi juga orang-orang di sekeliling kami. Saya mengajak kita semua tegar dan sabar," ujar Agus.

Agus menegaskan tidak akan menanggapi fitnah tersebut secara berlebihan. Dirinya akan menjawab segala tuduhan dengan fakta yang ada. (detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.