Header Ads

Saat Pemusnahan Sabu, Tiba-tiba Komjen Buwas Perintahkan Topeng Bandar Narkoba Dibuka

Baturaja Radio - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan tiga kasus tindak pidana narkoba. Enam tersangka dihadirkan untuk melihat proses pemusnahan narkotika dengan alat incenerator.

Pantauan di lokasi, Rabu (31/8/2016) pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala BNN, Komjen Budi Waseso di halaman parkir belakang kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. Selain itu pemusnahan juga dihadiri perwakilan Kejaksaan sebagai Jaksa Penuntut, perwakilan Pengadilan Negeri, LSM dan tokoh masyarakat lainnya. Sementara keenam tersangka yang dihadirkan menggenakan baju tahanan oranye dengan penutup muka.


"Semua perkara ini sudah mendapatkan penetapan sehingga harus dilakukan pemusnahan. Ini tolong pelaku atau tersangka, tolong tidak usah ditutup kepalanya. Biarkan masyarakat tahu dan melihat. Ini bukan praduga lagi, tersangka di ketiga perkara bersalah, karena sudah nyata-nyata benar, mereka ini pelaku dengan barang bukti yang kita dapat," ujar pria yang akrab disapa Buwas.

Buwas sendiri mengungkap ketiga perkara dan peran dari masing-masing tersangka. Total keseluruhan ada enam tersangka dari tiga perkara ini.


"Pertama ini pada tanggal 30 Juli 2016 pelaku membawa sabu yang dibungkus plastik teh, dengan berat 455,5 gram. Mana ini yang namanya Rosmiati," imbuhnya.

Kemudian perkara kedua yang diungkap lanjut Buwas penangkapan pada tanggal Kamis (4/8) lalu. Tersangkanya Idrias Efendi dan Endo mereka kurir sabu dari Tanjung Pinang.

"Mereka menyembunyikan sabu seberat 73.293 gram dan plus ekstasi sebanyak 88.427 butir ekstasi. Modus yang digunakan menyelundupkan sabu dan ekstasi asal Malaysia untuk diedarkan ke Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Sementara salah satu temannya, Suyanto saat ditangkap melompat dari lantai 3 dan meninggal dunia, dia meninggal dunia sendiri karena mau mempertangungjawabkan di akhirat nggak mau di pengadilan dunia," kata Buwas yang disambut ketawa para saksi pemusnahan narkoba. (detik )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.