Header Ads

Yakinkan Masyarakat, IDAI: Semua Negara Belajar Soal Vaksin ke Kami

Baturaja Radio - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberi rekomendasi vaksinisasi ulang korban vaksin palsu. Mencoba meyakinkan publik, mereka menyebut diawaki para ahli soal vaksin.

"Sudah kita kaji. Dan satu hal lagi bahwa kita sudah sangat ahli. Semua negara belajar pada kita tentang vaksin, bahwa cakupan negara kita 92,8%, jadi kita tahu semua cakupan negara ini," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan dalam diskusi penanganan vaksin palsu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2016).

Untuk mensukseskan vaksin ulang kata Aman seluruh anggota IDAI telah siap turun ke lapangan. Dia bersama dokter spesialis anak lainnya hanya meminta diberikan kesempatan.

"Kita akan periksa kesehatan terutama anak yang jadi korban vaksin palsu dan tumbuh kembangnya ini tolong dicatat. Periksa kesehatan Pantau tumbuh kembangnya. Ini saya mau luruskan, selama ini anak tidak ada medical check up. Kita melihat kesehatan kalau demam kita periksa, apakah demamnya demam berdarah atau tifus. Kalau dia misal susah makan susah minum berat badan turun mungkin bisa saja diabetes atau apa," kata Aman.

"Tentu kalau masalahnya tidak berkaitan vaksinasi tentu beda, kita harus mendudukan permasalah ini seobyektif mungkin," katanya.

Aman meminta dukungan program vaksinisasi ulang dan peredaraan vaksin palsu tidak dibuat polemik yang kontraproduktif. Kini pemerintah tengah fokus melakukan penanganan imunisasi atau vaksin ulang. Memang, IDAI menganggap situasi ini sebagai krisi. Kini yang terpenting adalah penanganannya.

Secara teknis kata Aman pihaknya telah membuat jadwal berkala vaksin atau imunisasi ulang. Dia berujar, jadwal itu telah dibuat jauh hari sebelum Presiden Joko Widodo turun ke lapangan.

"Ini sudah kita buat pada sebelum Presiden Jokowi turun hari Senin kita buat jadwal imunisasi ulang wajib untuk, pertama, kelompok umur di bawah 1 tahun sebanyak 3 kali, selang satu bulan. Anak besar itu sampai 18 tahun. Jadi kelompok kedua yakni 1 sampai 7 tahun misal pertama hari H, minggu ini, berikut 2 bulan lagi dan berikut 6 bulan kemudian. Lalu anak sampai 18 tahun, kelompok umur 7 sampai 18 tahun pertama hari H, kedua 2 bulan, yang ketiga 6 bulan kemudian karena anak ini akan kita lepas jadi dewasa," bebernya.

Tak berhenti sampai kelompok umur, dijelaskan Aman setelah dilakukan vaksin ulang akan dikuatkan kembali antibodinya. Jika hal ini dilakukan sesuai prosedur, maka masyarakat tidak perlu khawatir.

"Ini Insya Allah akan selesai, akan baik, ini sudah kita kaji," pungkasnya(https://news.detik.
com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.