Header Ads

Sri Mulyani, Arcandra Tahar dan Anies Baswedan yang Mengundang Tanya

Baturaja Radio - Publik tentunya bertanya-tanya mengapa Jokowi kembali menggandeng Sri Mulyani yang juga punya jabatan prestius di Bank Dunia sejak 6 tahun lalu? Siapa pula Arcandra Tahar? Bagaimana dia bisa masuk kabinet, menempati kursi panas Menteri ESDM? Lalu mengapa Anies Baswedan yang nyaris setiap hari muncul di media massa dengan sediabrek aktivitasnya sebagai Mendibud digusur?

Sedangkan dalam penjabaran Google Trends yang lebih rinci dalam rentang waktu hari Rabu pukul 08.00 WIB hingga Kamis pukul 12.00 WIB dengan tema Cabinet Reshuffle 2016, terlihat netizen mencoba mencari jawab dari pertanyaan itu dengan mengetikkan kata pencarian, "kenapa Anies Baswedan diganti?" Ada juga yang mengetik "Alasan Anies Baswedan diganti?"

Sedangkan pertanyaan untuk Sri Mulyani dan Arcandra lebih pada profil kedua tokoh tersebut. 


 Otoritas yang berwenang sedikit banyak telah menguak cerita tentang kembalinya Sri Mulyani dan Arcandra dari AS. Misalnya cerita soal Presiden Jokowi yang ternyata selama ini melobi Presiden Bank Dunia agar mengizinkan Sri Mulyani mudik. Sedang Arcandra dipanggil pulang karena statusnya sebagai profesional di bidang energi. Namun mengapa Anies dicopot, hingga kini belum ada jawabannya.

Anies sendiri tidak terlalu mempermasalahkan pencopotannya. "Saya nggak merasa disingkirkan. Mungkin Pak Presiden punya pemikiran sendiri, saya kan hanya menjalankan amanat saja," jawab Anies saat ditanya detikcom.

Penunjukan dan pencopotan menteri memang hak prerogatif presiden. Namun ada hak publik untuk mengetahuinya.

"Reshuffle memang hak prerogatif presiden, tapi harus diingat, ada hak publik di situ. Jadi saat mereshuffle nanti Presiden harus menjelaskan apa indikator yang dia gunakan untuk menilai kinerja menteri,"komentar pengamat politik dari CSIS Arya Fernandes, Rabu.

Apalagi, ada menteri yang dianggap bagus yang turut dicopot. "Kalau dilihat dari persepsi publik, orang cukup mengapresiasi Menteri Pendidikan dan ESDM. Tapi itu tadi, kita tidak tahu apa saja indikator Presiden melakukan reshuffle, karena itu harus dijelaskan gamblang," ujarnya.(detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.