Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

PULANG DARI UMROH BUPATI OKU NGOMONG BEGINI PADA WARGA MUHAMMADIYAH


Baturaja Radio - Meskipun baru pulang dari Umroh di tanah suci, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) menyempatkan diri menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ke-13 dan Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA) ke 11 dalam rangka pemilihan pimpinan untuk periode 5 tahun, di Komplek Perguruan Muhammadiyah Baturaja, Jalan BLL Kulon, Sabtu pagi (26/3).


Dalam sambutannya saat pembukaan Musda tersebut, H Kuryana Aziz mengingatkan pada masyarakat OKU, khususnya para kader Muhammadiyah untuk tidak mudah terbujuk rayu dengan berbagai aliran-aliran yang tergolong sesat.


"Awasi semua kader, jangan sampai terindikasi ikut organisasi yang belum dapat tempat di Republik ini. Yang umum-umum saja. Seperti Muhammadiyah dan NU. Dua organisasi itulah di Indonesia yang paling bagus," tegas dia.


Itu sengaja ditekankan Kuryana lantaran hal-hal menyimpang seperti demikian, marak muncul di berbagai wilayah di Indonesia.


"Bahkan kemarin di media massa ada yang mengaku ngaku Nabi, dia ngaku mendapat wahyu. Jadi waspadai aliran-aliran macam itu," ujar Kuryana.


Belum lagi kecaman dunia pada umat Islam itu sendiri. Seperti halnya baru-baru ini, bom yang mengguncang Brussel, Belgia. Sedikit banyak merusak nama Islam itu sendiri.


Kuryana mengaku bersyukur karena aliran aliran yang terindikasi sesat belum berkembang di OKU. Seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) misalnya, meskipun pengurusnya sendiri sempat audiensi dengan dia selaku Bupati pada periode lalu.


"Untuk Gafatar belum berkembang di OKU,tapi hampir. Mereka (tujuh orang) sempat menghadap saya dengan Kesbangpol. Saya tercengang waktu itu. Cuma memang mereka tidak mengajarkan aliran sesat, hanya menyampaikan program, bidang pertanian khususnya. Waktu itu saya dukung. Belum lama dari sana, rupanya Goncang. Jadi, mudah mudahan umat Islam tidak mudah tergoda dengan hal hal macam itu," papar Kuryana.


Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel, H Novrizal Nawawi Lc, menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap memberikan nilai kehidupan pada alam semesta ini.


Kata dia, image-image negatif yang dimunculkan seperti yang disampaikan Bupati, jelas tidak sesuai dengan nilai nilai Islam.


"Mudah mudahan hal demikian tidak dilakukan Umat Islam, tapi kita akui ada nama yang dikaitkan kaitkan dengan Islam. Padahal dalam Islam sendiri tidak ada satu kata pun yang mengarahkan pada kekerasan. Islam penuh dengan kasih sayang," katanya.


Menurut dia, bahwa kejadian yang disampaikan Bupati itu terjadi karena penyimpangan. Kaitannya dengan Muhamadiyah sendiri lanjut dia, disitulah posisinya.


"Muhammadiyah yang dikenal dengan gerakan Islam/ gerakan dakwah, bertujuan membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya," ujarnya.


Musda Muhammdiyah ke 13 dan Aisyiah ke 11 tersebut berlangsung selama dua hari/ 26 - 27 Maret 2016.


Dikatakan Ketua Pelaksana Musda, Risdianto Arnoldy, Ada tiga kegiatan dalam Musda ini. Pertama, Laporan pengurus PDM periode 2010-2015, Penyusunan program kerja PDM 2015-2020 serta Pemilihan anggota PDM OKU 2015-2020.


"Peserta Musda berasal dari PCM Muhammadiyah dan Aisyiah se OKU, pimpinan ranting dan organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah. Untuk kandidat yang diusulkan ada 27 orang," sebut Risdianto. 
[R MOL]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.