Musim Kemarau, Warga OKU Turun Ke Sungai Ogan Untuk Mandi dan Mencuci Pakaian
baturajaradio.com - Selama musim kemarau ini warga Kota BATURAJA, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), khususnya yang belum memiliki akses air bersih yang disuplai dari Perumda Tirta Raja, kini pergi ke Sungai Ogan untuk mandi dan mencuci.
Warga yang turun ke sungai untuk mandi dan mencuci banyak juga yang datang dari tempat yang jauh dari Sungai Ogan.
Kegiatan ini terlihat jelang sore sekitar pukul 15.30 WIB. Semakin sore, aktivitas warga ke sungai semakin ramai.
Posisi yang paling ramai di Sungai Ogan di belakang Mal Ramayana, tepatnya di bawah Jembatan Ogan III.
Di sini memang posisinya paling strategis dan nyaman karena landai. Jalan menuju bibir sungai juga sudah dibangun pemerintah daerah lengkap dengan fasilitas taman dan tempat untuk bersantai.
Di pinggiran Sungai Ogan ada juga pedagang makanan yang menjajakan makanan ringan yang biasa diserbu anak-anak setelah puas mandi di sungai.
Pantauan di lapangan, Minggu (23/8) tampak ibu-ibu sibuk mencuci pakaian sembari bercengkerama, di sisi lain tampak anak-anak berenang dengan riang gembira didampingi orang tua.
"Ngawani anak-anak yang pengen mandi di Sungai Ogan, meskipun sungai dangkal khawatir kalau tidak didampingi," kata Hendri, salah seorang warga yang tinggal di kompleks RSS Helindo Baturaja Permai.
Selain untuk keperluan mandi dan mencuci, banyak juga anak-anak muda yang bersantai menikmati panorama sambil membuat konten.
Sementara Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU Andi Prapto sebelumnya mengatakan, saat musim kemarau debit air turun, namun tingkat pencemaran air masih sama.
Di saat sulit air seperti ini, lanjutnya pemerintah tak bisa melarang warga turun ke sungai karena sumur-sumur warga banyak yang sudah kering.
Untuk itu, ia mengimbau agar warga jangan buang air besar (BAB) di sungai karena akan menambah pencemaran air.
"Dampak BAB di sungai membawa dampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Air dengan mikroorganisme patogen, menurunkan kadar oksigen, dan merusak estetika lingkungan.
Apalagi air Sungai Ogan masih sangat dibutuhkan untuk sumber air, bahkan masih banyak warga yang masih menggunakan air Sungai Ogan untuk dikonsumsi," katanya. (len)
sumber ; https://palpos.disway.id/ogan-komering-ulu/read/720147/musim-kemarau-warga-oku-turun-ke-sungai-ogan-untuk-mandi-dan-mencuci-pakaian/15
Tidak ada komentar