Dinkes OKU Imbau Warga Jangan BAB di Sungai Ogan Selama Kemarau
baturajaradio.com - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKU mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam menjaga kebersihan air dan lingkungan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes OKU, Andi Prapto, mengatakan kondisi kemarau dapat meningkatkan risiko penyebaran sejumlah penyakit.
Ia menjelaskan, udara yang lebih kering dan banyaknya debu maupun asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk ISPA.
"Di saat musim kemarau ini udara kotor, banyak asap sehingga sangat rawan terhadap penyakit ISPA," ujar Andi Prapto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8).
Selain ISPA, masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit diare. Kondisi kemarau menyebabkan sejumlah sumur warga mulai mengering sehingga sebagian masyarakat mencari sumber air alternatif ke Sungai Ogan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Andi, sebagian warga bahkan masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan konsumsi tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai.
"Kalau terpaksa harus mengonsumsi air dari sungai, harus dimasak sampai matang betul dengan suhu 100 derajat Celsius," katanya.
Sementara meningkatnya aktivitas masyarakat di Sungai Ogan selama musim kemarau juga menjadi perhatian Dinkes OKU.
Andi mengimbau warga yang menggunakan sungai untuk kebutuhan sehari-hari agar tidak buang air besar (BAB) langsung ke badan sungai.
Menurutnya, debit air sungai yang menurun tidak berarti tingkat pencemaran ikut berkurang. Sebaliknya, pencemaran dapat semakin berdampak ketika volume air berkurang.
"Kita tidak bisa melarang warga turun ke sungai karena hanya sungai sumber air yang masih tersedia melimpah, tapi jangan BAB di sungai karena ini akan semakin menambah pencemaran," tegasnya.
Pembuangan kotoran langsung ke sungai dapat mencemari air dengan berbagai mikroorganisme patogen yang berpotensi menyebabkan penyakit.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Sungai Ogan masih dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berbagai kebutuhan, termasuk memasak dan minum. (len)
sumber : https://palpos.disway.id/ogan-komering-ulu/read/719946/dinkes-oku-imbau-warga-jangan-bab-di-sungai-ogan-selama-kemarau
Tidak ada komentar