Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Kericuhan Pecah di OKU Timur! Ribuan Massa Kepung Kantor Bupati Hingga Bakar Ban Tuntut Kepastian Tapal Batas



baturajaradio.com -   Persoalan tapal batas wilayah antara Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali memanas.

Aliansi Kedaulatan Rakyat Bumi Sebiduk Sehaluan yang terdiri dari warga Desa Windusari, Desa Karya Makmur, Desa Tri Karya, serta mahasiswa menggelar aksi ketiga kalinya untuk mendesak pemerintah daerah segera memberikan kepastian hukum terkait batas wilayah yang selama ini masih menjadi polemik.

Aksi yang ketiga kali ini massa sedikit emosi mereka langsung ingin masuk ke kantor DPRD sehingga terjadi dorong dorongan dengan anggota dewan dan penjagan disana.

Setelah mereka orasi mereka bergerak ke Pemda OKU Timur massa pun langsung meminta Bupati Enos untuk turun untuk berdialog.

Bahkan massa pun meluapakan kekesalan dengan membakar ban di halaman pemda OKU Timur.

Aksi yang berlangsung pada Senin itu diawali dengan penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Kabupaten OKU Timur sekitar pukul 11.00 WIB.

Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi dan meminta DPRD turut mengambil langkah konkret dalam mempercepat penyelesaian persoalan batas wilayah yang dinilai telah berlangsung cukup lama.

Setelah menyampaikan aspirasi di DPRD, massa kemudian bergerak menuju Kantor Bupati OKU Timur.

Di lokasi tersebut, mereka kembali menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah memberikan kepastian terkait status wilayah tiga desa yang selama ini menjadi bagian dari perdebatan batas administratif antara Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKI.

Koordinator aksi, Basuki Rahmat, menegaskan bahwa masyarakat menginginkan penyelesaian yang berlandaskan aturan hukum dan dokumen resmi yang selama ini menjadi dasar penetapan wilayah.

Menurutnya, persoalan tapal batas tidak hanya menyangkut administrasi pemerintahan, tetapi juga menyangkut kepastian identitas wilayah, pelayanan publik, serta hak-hak masyarakat yang bermukim di daerah perbatasan.

"Kami meminta pemerintah segera memberikan kepastian hukum yang jelas. Masyarakat tiga desa membutuhkan kejelasan status wilayah agar tidak terus berada dalam ketidakpastian," ujar Basuki dalam orasinya, Senin, 22 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama.

Pertama, meminta percepatan penguatan dan kepastian hukum batas wilayah yang melibatkan Desa Windusari, Desa Karya Makmur, dan Desa Tri Karya berdasarkan hasil pemetaan dan penataan kawasan transmigrasi tahun 1982.

Kedua, massa menolak segala bentuk opsi penetapan batas wilayah yang tidak merujuk pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1991 maupun regulasi lain yang dianggap bertentangan dengan batas wilayah yang selama ini diyakini sah dan berpotensi merugikan masyarakat.

Ketiga, mereka mendesak DPRD Kabupaten OKU Timur untuk membentuk tim khusus percepatan penyelesaian sengketa tapal batas dan menyuarakan aspirasi masyarakat tiga desa tersebut.

Massa bahkan meminta langkah konkret itu direalisasikan dalam waktu paling lambat 14 x 24 jam.

Keempat, massa mendesak Bupati OKU Timur menyepakati tuntutan yang disampaikan dengan membuat nota kesepakatan yang dibacakan dan ditandatangani secara terbuka di hadapan peserta aksi.

Basuki menambahkan bahwa masyarakat berharap pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan warga dengan mempercepat penyelesaian masalah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Kami datang secara damai untuk mencari solusi. Harapan masyarakat sederhana, yakni adanya kepastian hukum dan penegasan batas wilayah yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari," tegasnya.

Massa berharap tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten OKU Timur demi terciptanya kepastian hukum bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

"Dalam aksi ini merupakan yang ketiga kali, dimana massa mendesak pemerintah segera membangun tanda batas permanen guna mengakhiri polemik yang telah berlangsung di wilayah perbatasan," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan massa masih berada di lokasi aksi damai menunggu penandatanganan nota kesepakatan penyelesaian sengketa tapal batas ini.

ssumber : https://palpres.disway.id/oku-timur/read/773423/kericuhan-pecah-di-oku-timur-ribuan-massa-kepung-kantor-bupati-hingga-bakar-ban-tuntut-kepastian-tapal-batas/30

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.