Tiga Hari Hilang, Petani di OKU Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sungai
Baturajaradio.com - Jasad Fahrulian Situmorang ditemukan tertelungkup oleh penyadap karet di Desa Lubuk Baru. Penyakit darah tinggi diduga menjadi penyebab korban terjatuh saat sedang memancing.
Misteri hilangnya Fahrulian Situmorang (76) selama tiga hari terakhir berakhir tragis.
Warga Jalan Ratu Penghulu, Karang Sari, Baturaja Timur itu ditemukan sudah tak bernyawa di kebun karet miliknya di Desa Lubuk Baru, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (28/4).
Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan Zarkoni, buruh sadap di kebun milik korban.
Sekitar pukul 07.00 WIB, ia melihat sepeda motor majikannya masih terparkir di pinggir jalan, namun suasana kebun tampak sunyi.
Saat menyisir area belakang di dekat aliran sungai kecil, Zarkoni terperanjat menemukan Fahrulian dalam posisi tertelungkup tak bergerak.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo mengonfirmasi bahwa jajarannya langsung dikerahkan untuk mengevakuasi korban.
Melalui Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian, ditegaskan bahwa tidak ada indikasi tindak kriminal dalam peristiwa ini.
“Begitu laporan masuk, Tim Inafis Polres OKU dan personel Polsek Sosoh Buay Rayap segera melakukan olah TKP.
Kondisi korban ditemukan di pinggir sungai, dugaannya ia terjatuh saat sedang memancing di anak sungai kebunnya sendiri,” ungkap AKP Ferri Zulfian, Rabu (29/4).
Sementara Kapolsek Sosoh Buay Rayap Iptu Jauhari Effendy yang memimpin langsung evakuasi menyebutkan, pemeriksaan fisik awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat senjata tajam.
Polisi menyimpulkan kematian Fahrulian murni akibat gangguan kesehatan yang mendadak.
“Pihak keluarga membenarkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit darah tinggi yang cukup serius.
Hal ini sinkron dengan kondisi di lapangan di mana tidak ditemukan bekas penganiayaan,” jelas Iptu Jauhari.
Proses evakuasi berlangsung cukup emosional. Anak-anak korban yang datang ke lokasi tak kuasa menahan kesedihan setelah mencari keberadaan sang ayah sejak tiga hari lalu.
Korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhir sesaat setelah ia dinyatakan hilang dari rumah.
Sekitar pukul 12.30 WIB, jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk dibersihkan.
Meski prosedur kepolisian mengarahkan pada otopsi untuk kepastian hukum, pihak keluarga menyatakan keberatan secara tertulis.
AKP Ferri Zulfian menambahkan, keluarga korban sudah menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Keluarga sudah mengikhlaskan dan menolak dilakukan otopsi. Mereka langsung membawa jenazah pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga, terutama lansia dengan riwayat penyakit kronis, untuk tidak beraktivitas sendirian di area perkebunan yang jauh dari permukiman guna menghindari kejadian serupa yang tak terpantau. (len)
Sumber : https://palpos.disway.id/ogan-komering-ulu/read/713947/tiga-hari-hilang-petani-di-oku-ditemukan-tak-bernyawa-di-pinggir-sungai
Tidak ada komentar