Jelang Ramadan dan Idul Fitri, 5.000 Ternak di OKU Timur Divaksin PMK
Baturajaradio.com - Menjelang meningkatnya kebutuhan daging selama bulan Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengambil langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan hewan ternak.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak milik masyarakat.
Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak), pemerintah daerah mencatat sebanyak 5.000 ekor ternak telah menerima vaksin PMK sejak Januari hingga Maret 2026.
Kegiatan vaksinasi ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus memastikan ketersediaan daging yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur, Yunihariyanto SSIT MM, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Untung Sutoyo menjelaskan bahwa program vaksinasi tersebut merupakan kebijakan nasional yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah.
“Program vaksinasi PMK ini merupakan arahan dari pemerintah pusat sebagai upaya melindungi sektor peternakan dari ancaman penyakit menular pada hewan,” kata Untung Sutoyo, Senin (9/3/2026).
Ia menerangkan bahwa vaksin diberikan kepada sejumlah jenis ternak milik warga, seperti sapi, kerbau, dan domba yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten OKU Timur.
Menurutnya, langkah pencegahan ini sangat penting untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat sehingga produk peternakan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman.
Terlebih menjelang Ramadan dan Idul Fitri, permintaan terhadap berbagai kebutuhan pangan, khususnya daging, biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Kami berupaya memastikan ternak yang menjadi sumber pangan masyarakat tetap dalam kondisi sehat melalui program vaksinasi PMK,” ujarnya.
Untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, Diskanak OKU Timur membentuk tim khusus yang turun langsung ke lapangan.
Tim tersebut mendatangi para peternak hingga ke tingkat desa agar lebih banyak ternak yang dapat dijangkau.
Metode jemput bola ini dilakukan agar para peternak tidak perlu datang ke kantor dinas untuk memperoleh layanan kesehatan hewan.
Dalam pelaksanaannya, vaksin hanya diberikan kepada ternak yang dalam kondisi sehat dan telah berusia minimal dua minggu.
Hal ini dilakukan agar vaksin dapat bekerja secara optimal dalam memberikan perlindungan terhadap virus PMK.
Untung menegaskan bahwa hingga saat ini Kabupaten OKU Timur masih dinyatakan bebas dari kasus PMK.
Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan masuknya virus dari daerah lain.
“Walaupun hingga saat ini belum ditemukan kasus PMK di OKU Timur, upaya antisipasi harus tetap dilakukan sejak dini,” tegasnya.
Sumber : https://okes.disway.id/oku/read/662923/jelang-ramadan-dan-idul-fitri-5000-ternak-di-oku-timur-divaksin-pmk
Tidak ada komentar