Harga Gas Elpiji 3 Kg di Warkuk Ranau Selatan Tembus Rp50 Ribu, Warga Menjerit
Baturajaradio.com - Harga gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, dikeluhkan masyarakat.
Pasalnya, harga gas yang seharusnya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah itu kini dijual dengan harga cukup tinggi.
Bahkan mencapai Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per tabung di tingkat pengecer maupun warung.
Kondisi tersebut membuat warga merasa semakin terbebani, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup sehari-hari.
Padahal, gas elpiji 3 kilogram merupakan program subsidi pemerintah yang seharusnya dapat dibeli masyarakat dengan harga terjangkau.
Namun di lapangan, harga yang diterima warga justru jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Sejumlah warga mengaku tidak memiliki pilihan selain tetap membeli gas dengan harga mahal karena kebutuhan memasak tidak dapat ditunda.
Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian serius terhadap distribusi gas subsidi di daerah tersebut.
“Sebenarnya berat dengan harga sekarang. Tapi mau bagaimana lagi, tetap harus dibeli karena untuk memasak di rumah. Sekarang harganya sudah sampai Rp50 ribu per tabung,” ujar salah seorang warga di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, seperti dilansir Harian OKU Selatan (grup OKU Ekspres), Sabtu (14/03/2026).
Menurut warga, kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram tersebut sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan di sejumlah warung dan pengecer, harga yang ditawarkan tidak seragam dan cenderung terus meningkat. Situasi ini memicu keresahan, khususnya bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas.
Warga menduga tingginya harga gas subsidi itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari keterbatasan pasokan hingga dugaan adanya permainan harga oleh oknum pengecer.
Mereka menilai lemahnya pengawasan terhadap distribusi gas subsidi menyebabkan harga di tingkat pengecer sulit dikendalikan.
Padahal, gas elpiji 3 kilogram merupakan salah satu program subsidi pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat kecil agar dapat memenuhi kebutuhan energi rumah tangga dengan harga terjangkau.
Jika harga di lapangan jauh melampaui ketentuan, maka tujuan dari program tersebut dinilai tidak berjalan secara optimal.
Kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait pengawasan distribusi gas elpiji di wilayah Kecamatan Warkuk Ranau Selatan.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait, seperti dinas perdagangan maupun pihak distributor, segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Selain itu, masyarakat meminta adanya penertiban terhadap pengecer yang menjual gas subsidi dengan harga jauh di atas ketentuan.
Mereka menilai langkah tegas diperlukan agar praktik yang merugikan masyarakat tidak terus terjadi.
“Harapan kami pemerintah bisa turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Kalau memang ada yang menjual terlalu mahal, seharusnya ditertibkan,” kata warga lainnya.
Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, masyarakat khawatir harga gas elpiji subsidi akan semakin tidak terkendali dan semakin memberatkan kehidupan rumah tangga, khususnya bagi warga kecil yang sangat bergantung pada gas tersebut untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Karena itu, warga berharap pemerintah daerah, aparat terkait, serta pihak distributor dapat memperketat pengawasan distribusi gas elpiji 3 kilogram agar benar-benar tepat sasaran dan dijual sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, masyarakat berharap gas elpiji subsidi dapat kembali dijual dengan harga wajar sehingga tidak lagi dimanfaatkan sebagai ladang keuntungan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sumber : https://okes.disway.id/oku/read/663068/harga-gas-elpiji-3-kg-di-warkuk-ranau-selatan-tembus-rp50-ribu-warga-menjerit
Tidak ada komentar