Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Kepala Desa di OKU Selatan Kesulitan Sediakan Lahan untuk Koperasi Merah Putih



Baturajaradio.com - Para kepala desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) tengah menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.

Yakni program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia guna memperkuat ekonomi desa melalui koperasi berbasis masyarakat.

Dari 252 desa yang tersebar di 19 kecamatan, baru sekitar 20 desa yang memiliki lahan siap bangun. 

Selebihnya masih berupaya mencari lokasi yang memenuhi syarat teknis dan dinilai layak untuk pembangunan fasilitas koperasi tersebut.

Keterbatasan aset tanah desa menjadi hambatan utama. Banyak pemerintah desa tidak memiliki lahan yang dapat langsung dimanfaatkan, sehingga harus mempertimbangkan opsi lain.

Seperti membeli tanah, melakukan tukar guling aset, atau menerima hibah dari masyarakat. Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Partisipasi masyarakat dalam bentuk hibah lahan pun masih terbatas. Jika ada warga yang bersedia menyerahkan tanah, sering kali lokasinya kurang strategis, jauh dari pusat aktivitas warga, atau memiliki akses jalan yang kurang memadai. 

Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu efektivitas operasional koperasi di kemudian hari.

Selain persoalan lahan, keterbatasan anggaran desa turut menjadi kendala. Dana desa saat ini lebih difokuskan pada program prioritas seperti pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta penanganan stunting.

Salah satu kepala desa di OKU Selatan menyatakan dukungannya terhadap program Koperasi Merah Putih karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Namun ia menegaskan bahwa persoalan lahan menjadi faktor krusial yang harus segera diselesaikan agar pembangunan dapat dimulai.

Ia juga berharap adanya kebijakan khusus dari pemerintah pusat maupun daerah, terutama terkait dukungan pembiayaan pembelian lahan atau pemanfaatan aset milik pemerintah daerah yang berada di wilayah desa.

Situasi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, mengingat anggaran pembangunan dari pemerintah pusat telah tersedia. 

Jika hingga batas waktu yang ditentukan pembangunan belum terealisasi, maka dana tersebut berpotensi tidak terserap secara optimal.

Kepala Dinas UMKM Kabupaten OKU Selatan, Drs. H. Elyuzar, MM, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan serta koordinasi intensif dengan pemerintah desa. 

Langkah yang ditempuh meliputi pemetaan aset desa, inventarisasi tanah kas desa, hingga memfasilitasi musyawarah dengan masyarakat setempat.

Ia menegaskan bahwa penentuan lokasi yang representatif, mudah dijangkau, dan strategis sangat penting agar koperasi dapat berfungsi maksimal sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.

Koperasi Merah Putih dirancang menjadi sentra aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Karena itu, pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda, untuk turut mendukung percepatan realisasi program ini. 

Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci dalam mengatasi persoalan yang ada.

Sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten terus diperkuat melalui monitoring serta evaluasi berkala guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target.

Diharapkan dalam waktu dekat semakin banyak desa yang berhasil menyiapkan lahan dan memulai pembangunan Koperasi Merah Putih. 

Keberhasilan program ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di Kabupaten OKU Selatan.

Sumber : https://okes.disway.id/oku/read/661932/kepala-desa-di-oku-selatan-kesulitan-sediakan-lahan-untuk-koperasi-merah-putih

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.