Jelang Ramadan 1447 H, Petani Berharap Harga Kopi Naik
Baturajaradio.com - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, para petani kopi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) menyimpan harapan besar terhadap perbaikan harga jual komoditas mereka.
Momentum bulan puasa hingga Idulfitri dinilai sebagai waktu krusial, mengingat kebutuhan rumah tangga meningkat dan berbagai persiapan harus dipenuhi.
Di sejumlah sentra produksi seperti Kecamatan Banding Agung, Muaradua Kisam, Buay Sandang Aji, dan wilayah sekitarnya, aktivitas perkebunan mulai menggeliat.
Sebagian petani memilih melepas stok kopi kering yang telah disiapkan. Meski demikian, harga yang diterima dalam beberapa pekan terakhir masih dianggap belum memenuhi ekspektasi.
Para petani menilai harga kopi memang relatif stabil, namun belum sebanding dengan lonjakan biaya produksi. Harga pupuk, pestisida, serta upah tenaga kerja saat panen terus meningkat.
Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh semakin tipis.
Rudi (42), petani kopi asal Banding Agung, mengungkapkan bahwa harga kopi kering saat ini masih berada pada level yang kurang menguntungkan.
Ia menyebutkan, biasanya menjelang Ramadan terjadi kenaikan permintaan dari pengepul maupun pedagang besar.
“Biasanya mendekati puasa harga mulai naik, tapi sekarang belum terasa perubahannya. Kami berharap dalam waktu dekat ada kenaikan agar bisa membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya, Senin (16/02/2026).
Menurutnya, kenaikan harga sangat dibutuhkan untuk memenuhi berbagai keperluan menjelang Ramadan dan Lebaran, mulai dari kebutuhan pokok, biaya sekolah anak, hingga persiapan hari raya.
Hal serupa disampaikan Junaidi (50). Ia menuturkan bahwa biaya perawatan kebun semakin tinggi, terutama untuk pupuk dan obat tanaman.
Jika harga jual tidak ikut meningkat, petani dikhawatirkan kesulitan menutup ongkos produksi.
“Biaya pupuk dan obat mahal, upah buruh panen juga naik. Kalau harga tetap seperti ini, tentu berat bagi kami. Mudah-mudahan menjelang puasa ada perubahan,” katanya.
Selain persoalan biaya, faktor cuaca turut memengaruhi kualitas dan hasil panen. Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini memaksa petani bekerja lebih ekstra agar biji kopi tetap terjaga mutunya dan sesuai standar pasar.
Para petani pun berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memantau pergerakan harga komoditas, khususnya kopi, serta memberikan dukungan konkret berupa pendampingan, bantuan sarana produksi, hingga perluasan akses pemasaran.
Pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan OKU Selatan menyatakan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan mutu pascapanen, serta membangun kemitraan agar harga jual lebih kompetitif.
Komoditas kopi sendiri menjadi salah satu andalan daerah tersebut. Ribuan kepala keluarga menggantungkan penghidupan pada sektor ini.
Dengan luasan lahan yang memadai dan kondisi geografis yang mendukung, kopi asal OKU Selatan dikenal memiliki karakter rasa yang khas.
Menjelang Ramadan, kestabilan harga dan kelancaran distribusi hasil pertanian menjadi perhatian utama.
Kenaikan harga yang wajar dan berkelanjutan diharapkan mampu mendongkrak daya beli petani sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Dengan adanya peningkatan permintaan pasar serta dukungan dari berbagai pihak, petani kopi OKU Selatan optimistis harga akan bergerak ke arah yang lebih baik dalam waktu dekat, sehingga dapat meringankan beban ekonomi dan membawa berkah di bulan suci.
Sumber : https://okes.disway.id/oku/read/661877/jelang-ramadan-1447-h-petani-berharap-harga-kopi-naik
Tidak ada komentar