Wahai Warga OKU Diimbau Tidak Rayakan Tahun Baru secara berlebihan, Bupati: Tunjukan Rasa Kepedulian Kita!
Baturajaradio.com - Menyambut perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru 2025, Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil langkah tegas namun penuh empati.
Sebagai bentuk solidaritas sosial terhadap saudara-saudara di sejumlah daerah yang tengah dilanda bencana alam, Pemkab OKU secara resmi mengeluarkan Surat Edaran tertulis.
Surat Edaran bernomor 100/228/I/2025 yang ditandatangani langsung oleh Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah tersebut mengimbau seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, badan usaha, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga seluruh lapisan masyarakat OKU agar tidak merayakan pergantian Tahun Baru 2025 secara berlebihan.
Kebijakan ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan kondisi sebagian masyarakat di sejumlah provinsi lain yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam.
Pemerintah daerah menilai, momentum akhir tahun seharusnya menjadi saat yang tepat untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
Dalam surat edaran tersebut, Bupati OKU juga secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta, konvoi kendaraan, maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan keramaian berlebihan pada malam pergantian tahun.
Langkah ini sekaligus ditujukan untuk menjaga ketertiban umum serta mengurangi risiko gangguan keamanan.
Khusus bagi organisasi keagamaan, Pemkab OKU mendorong agar perayaan akhir tahun diisi dengan kegiatan yang bersifat keagamaan.
Bupati meminta agar masyarakat memperbanyak doa bersama di tempat ibadah masing-masing sebagai bentuk solidaritas batin kepada para korban bencana.
“Untuk seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat menunjukkan kepedulian dan rasa keprihatinan, baik melalui dukungan moril maupun bantuan materil, sehingga dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pesan Bupati dalam surat edaran tersebut.
Selain imbauan pembatasan perayaan, Bupati OKU juga meminta seluruh elemen pemerintah dan nonpemerintah, didukung oleh masyarakat luas, untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi bencana alam.
Ancaman banjir, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem menjadi perhatian serius menjelang pergantian tahun.
“Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Semoga keluarga kita yang tertimpa musibah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh diberikan kelapangan hati dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Bupati OKU.
Melalui kebijakan ini, Pemkab OKU berharap masyarakat dapat menjadikan pergantian tahun sebagai momentum refleksi, kepedulian, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan, bukan sekadar euforia perayaan semata.
Sumber : https://okes.disway.id/oku/read/660489/wahai-warga-oku-diimbau-tidak-rayakan-tahun-baru-secara-berlebihan-bupati-tunjukan-rasa-kepedulian-kita
Tidak ada komentar