Produksi Pertama Albumin Ikan Gabus Batumarta Dibagikan kepada Penderita DM dan Pasca Operasi
Baturaja Radio.com - Sekitar 200 botol ( isi 40 ML/botol) Ekstrak albumin ikan gabus produksi Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Karya Mandiri Jaya Binaan Dinas Perikanan Kabupaten OKU dibagikan secara agratis kepada penderita penyakit Diabetes Melitus (DM), patah tulang dan pasien pascaoperasi.
Hal itu dikatakan Penanggung Jawab produksi Pokdakan Karya Mandiri Jaya Agus Sutikno kepada Sripo Senin (15/12/2025).
Menurut Agus, pembagian 200 botol albumin ikan gabus ini dilakukan untuk menunaikan janjinya.
“Alhamdulillah saya bernazar kalau berhasil bikin albunin saya bagikan kepada warga sekitaran yang membutuhkan, ini sudah dibagikan sebanyak 200 botol, untuk penderia DM, untuk penderita patah tulang dan untuk pasien yang habis operasi,” terang Agus.
Dirinya berharap ekstrak albumin ikan gabus dari Kampung Gabus Martajaya ini terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan.
Saat ini masih proses izin BBPOM, itulah sebabnya pihaknya belum bisa menjual bebas karena belum mendapat izin resmi.
Dikatakan Agus Sutikno, pihaknya juga sudah mendapat sertifikat penyuluhan keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU dan pihaknya juga sudah mendapat pendampingan UMKM dalam rangka pengawasan keamanan obat dan makanan oleh petugas BBPOM Sumatera Selatan.
Terpisah Bupati OKU menjelaskan, saat ini pembudidaya ikan gabus Marta Jaya sudah memproduksi benih ikan gabus sebanyak 60.000 ekor per tahun dan ikan konsumsi sebanyak 8.000 ekor per tahun.
Pada tahun 2022 lalu, Kelompok Karya Mandiri Jaya berhasil mendapatkan penghargaan anugrah inovator Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022 yang diserahkan Gubernur dengan judul Inovasi Pindang Gabus (Program Intensifikasi Budidaya dan Pengolahan Ikan Gabus).
Dikatakan Teddy, sejak tahun 2018 Pemkab OKU bersama-sama kelompok pembudidaya ikan gabus dan juga penyuluh perikanan telah berinovasi untuk mengembangkan budidaya ikan gabus secara intensif.
Dengan mengubah pola hidup ikan gabus yang dikenal sebagai ikan predator yang hidup liar di alam, menjadi ikan yang dapat dipijahkan dan dibudidayakan di dalam kolam.
Sementara itu saat panen perdana ikan gabus beberpata waktu lalu, Gubernur Sumsel H herman deru menyebutkan pabrik obat terbesar dan tertua Dexa Medika menyebutkan gabus Sumsel ini paling tinggi albumin.
Bahkan pengobatan Cina memakai ikan gabus dari Sumsel. Gubernur menyarankan untuk penjualan ikan gabus dari Kampung Budidaya Ikan Martajaya agar bisa berkolaborasi dengan perusahaan obat albumin.
Tidak ada komentar