Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Genjot Energi Bersih dan Hilirisasi, RI Gandeng Erat Malaysia


Baturajaradio.com --
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan memperkuat daya saing investasi di bidang eenergi baru terbarukan (EBT) dan hilirisasi di antara negara-negara ASEAN. Salah satu strateginya adalah dengan memperkuat kerja sama investasi dengan Malaysia.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan P
enandatanganan enam Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia. Agenda itu disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.


Presiden Joko Widodo menyambut baik penandatanganan keenam MoU yang dilakukan antara kedua negara. Jokowi berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia ke depannya akan semakin baik dan bisa memberikan dampak yang positif.

"Saya menyambut baik penyelesaian negosiasi batas laut teritorial di Laut Sulawesi setelah 18 tahun proses negosiasi, akhirnya bisa diselesaikan. Saya juga menyambut baik penyelesaian MoU Broder Cross Agreement, Border Trade Agreement, dan juga Sertifikasi Halal, serta Kerja Sama Promosi Investasi. Terima kasih atas keramahtamahan dalam menyambut kami delegasi dari Indonesia," ucap Jokowi dalam keterangan tertulis, Kamis (8/6/2023).

Salah satu MoU yang ditandatangani memuat penguatan kerja sama promosi Investasi Indonesia dengan Malaysia. Bahlil mewakili Indonesia menandatangani MoU tersebut. Sementra Malaysia diwakili Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Datuk Seri Utama Tengku Zafrul Aziz.

"Sebelumnya saya sudah bertemu dengan Menteri Investasi Malaysia di Kantor Kementerian Investasi di Jakarta pada 8 Mei lalu. Kami sepakat untuk menyusun Nota Kesepahaman yang mendorong peningkatan promosi investasi antara Indonesia dan Malaysia. MoU ini juga wujud komitmen agar Indonesia dan Malaysia selalu berbagi informasi terkait kebijakan investasi yang ada di kedua negara," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil tantangan dan persaingan investasi di Kawasan ASEAN akan semakin kompetitif khususnya terkait dengan pasokan energi hijau dan hilirisasi. Indonesia memandang Malaysia sebagai sahabat dan negeri serumpun yang berniat baik membangun hubungan kerja sama investasi yang saling menguntungkan kedua pihak.
"Malaysia adalah negara serumpun kita yang punya niat baik untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan kedua negara. Dia tidak mau menang sendiri. Maka saya akan gandeng erat Malaysia. Harapannya ke depan, kedua negara dapat mendukung dan mendorong investasi melalui berbagai upaya promosi yang lebih intensif dan terarah, juga untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia maupun Malaysia khususnya di sektor prioritas seperti hilirisasi industri, energi terbarukan, dan investasi berkelanjutan," ucap Bahlil.

Selama periode tahun 2017 hingga 2022, realisasi investasi Malaysia di Indonesia telah mencapai US$ 10,1 miliar dan menempati peringkat ke-7 negara dengan realisasi terbesar di Indonesia dari total 157 negara. Adapun sektor investasi terbesar yang didominasi adalah Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi; Industri Kimia Dan Farmasi; Industri Makanan; Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan; serta Industri Kertas dan Percetakan.

Di tahun 2022, tren investasi Malaysia di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar US$ 3,3 miliar. Melalui MoU ini diharapkan ke depannya angka investasi tersebut dapat konsisten terus meningkat.

Selain penandatanganan MoU kerja sama investasi, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan 5 MoU lain yakni Perjanjian Lintas Batas antara Menteri Dalam Negeri RI dengan Menteri Dalam Negeri Malaysia; Perjanjian Perdagangan Perbatasan antara Menteri Perdagangan RI dan MITI Malaysia.

Lalu, Perjanjian Batas Maritim Daerah Selatan dari Selat Malaka antara Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Transportasi Malaysia; Perjanjian Batas Maritim Laut Sulawesi antara Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Transportasi Malaysia; Kerja Sama Sertifikasi Halal antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI dengan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia.

Sumber artikel::  https://finance.detik.com/energi/d-6762831/genjot-energi-bersih-dan-hilirisasi-ri-gandeng-erat-malaysia.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.