Tiga Pesawat Asing Pembawa Logistik Mulai Tiba di Bali Jelang KTT G20


Baturajaradio.com --
Pesawat dari tiga negara dilaporkan sudah mendarat di Bali jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Termasuk pesawat dari Amerika Serikat, China, dan Arab Saudi yang membawa logistik untuk pengamanan pejabat atau delegasi mereka di KTT G20.

Asisten Operasi (Asops) Komando Operasi Udara (Kaskoopsud) II Kolonel Pnb Bambang Sudewo menjelaskan hingga saat ini baru China dan Amerika Serikat yang intens berkomunikasi dan melakukan loading dock atau bongkar muat pesawat militernya di Base Ops Lapangan Udara (Lanud) Ngurah Rai.

"Tanggal 8 November itu Amerika bawa dua pesawat C17 Globemaster itu dua shorty, 9 November itu juga dua shorty," ungkap Bambang Sudewo kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).

Bambang menambahkan, Amerika Serikat kembali menurunkan logistik di Base Ops Lanud Ngurah Rai siang tadi. Menurutnya, pesawat militer Amerika Serikat itu membawa peralatan dengan teknologi canggih.

"Tadi itu jam 1 siang mereka tiba dan dengan hadirnya teknologi canggih, mereka tentu punya parameter sendiri untuk pengamanan presiden mereka. Kalau tadi itu mereka dari Guam, langsung direct ke Bali," katanya.

Berbeda halnya dengan China yang membawa perlengkapan logistiknya bukan menggunakan pesawat militer, melainkan menggunakan pesawat kargo sipil. Berikutnya, Arab Saudi juga sudah mengirimkan perlengkapan logistik kepresidenan mereka ke Bali.

"Ya rata-rata sih mereka membawa security system, advanced tim, peralatan komunikasi, paket pengamanan dari presiden mereka seperti senjata mereka, alat screening, detektor, dan sebagainya," terangnya.

Di sisi lain, pesawat yang mengangkut ribuan delegasi dari 20 negara ditambah 9 negara undangan saat KTT G20 tak semuanya bisa parkir di Ngurah Rai. Menurut Bambang, berdasarkan hasil diskusi dengan berbagai pihak, hanya 12 pesawat kepala negara yang akan terparkir di Base Ops Ngurah Rai. Sementara yang lainnya akan dialihkan ke bandara terdekat seperti Makassar, Surabaya, Yogyakarta, hingga Cengkareng.

Menurut Bambang, Amerika Serikat juga meminta agar pesawat presidennya parkir paling jauh. "Itu mereka minta di pinggir laut apronnya terjauh, mungkin untuk menjaga alutsista negaranya. Mungkin agar efektif dan tidak tercampur dengan pesawat komersial," tandasnya.

Sumber artikel ::selengkapnya https://www.detik.com/bali/berita/d-6397172/tiga-pesawat-asing-pembawa-logistik-mulai-tiba-di-bali-jelang-ktt-g20.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.