Cara Budidaya Kelapa Hibrida Untuk Hasil Buah Yang Lebat dan Berkualitas Ekspor

 


Baturaja Radio.Com Ingin memulai agribisnis dibidang perkebunan? Mulai dari lahan sendiri saja. Kini Anda bisa memulai budidaya kelapa hibrida yang mudah serta menghasilkan. Lalu apa itu varietas kelapa hibrida?

Hasil perkawinan silang dari kelapa genjah dan kelapa dalam adalah Kelapa Hibrida, salah satu tanaman buah yang menghasilkan varietas baru yang unggul karena memiliki dua jenis kelapa yang berbeda. Manfaat buah kelapa ini sangat banyak untuk sehari-hari mulai dari air, kulit, maupun isi daging buah itu sendiri. Pohon kelapa yang bahasa latinnya Cocos Nucifera L merupakan tanaman serbaguna yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seluruh bagian tanaman kelapa bisa dimanfaatkan unutk kepentingan manusia. 

Umumnya tanaman ini mulai berbuah ketika usianya memasuki 5-7 tahun selain itu kelapa hibrida bisa dibilang tanaman yang cukup produktif karena bisa menghasilkan 140 butir tiap pohonnya pertahun. Kelapa hibrida cocok untuk tumbuh dan berkembang di daerah dengan suhu 27ºC, jika kurang dari itu maka kelapa hibrida tidak akan tumbuh dengan produktif.

Syarat Tumbuh Kelapa Hibrida

Kondisi Iklim

  • Kelapa akan tumbuh dengan baik di daerah curah hujan antara 1300-2300 mm/tahun, akan semakin bagus jika tanahnya memiliki drainase yang baik.
  • Sinar matahari yang terpapar langsung ke tanaman ini selama 120 jam/bulannya sebagai sumber energi fotosinesis juga membantu tanaman menjadi lebih produktif.

Kelembaban Udara

  • Kelembaban udara juga berpengaruh pada pertumbuhan kelapa, rata-rata bulanan mulai dari rH 70-80% dengan minimal rH 65%.
  • Perlu diperhatikan jika rH udara terlalu rendah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman ini dan juga dapat membuat tanaman kekeringan sehingga buah jatuh sebelum masak. Tetapi jika rH udara terlalu tinggi dapat menimbulkan hama dan penyakit.

Media Tanam

  • Tanaman kelapa dapat tumbuh diberbagai jenis tanah seperti laterit, aluvial, vulkanis, pasir, tanah liat atau tanah berbatu. Endapan aluvial merupakan kondisi tanah yang paling bagus untuk tumbuhnya kelapa hibrida. 
  • Neraca air tanah dipengaruhi oleh sifat fisik tanah itu sendiri. Kelapa membutuhkan tanah dengan kondisi kadar air tanah sama dengan pasokan air curah hujan selama bulan pertama atau sama dengan potensi evapotranpirasi. 
  • Kelapa juga dapat tumbuh dengan pH 5-8. Pada tanah di atas pH 7.5 dan tidak ada keseimbangan nutrisi maka sering menunjukan gejala defisiensi besi dan mangan.
  • Jika tanaman kelapa tumbuh di lahan dengan tingkat kemiringan lebih dari 3-5% maka harus dibuat teras untuk mencegah kerusakan tanah akibat erosi. Maka dari itu baiknya tanaman kelapa tumbuh di lahan yang datar 0-3%.

Cara Budidaya Kelapa Hibrida Secara Mudah

1. Pemilihan Bibit Kelapa

Pemilihan bibit kelapa juga memiliki syarat karena kita memerlukan bibit kelapa yang memiliki kualitas unggul.

Kelapa hibrida memiliki jumlah buah yang banyak dan pohon yang pendek sehingga memudahkan pemanenan.

Hanya bibit berkualitas dan unggul yang dapat menghasilkan buah lebih cepat serta serta mendapatkan panen yang maksimal. Berikut adalah persyaratan pembibitan kelapa hibrida yang berkualitas:

  • Pohon induk berusia 20-40 tahun.
  • produksi tinggi 80-120 butir/pohon/tahun dengan kadar kopra tinggi.
  • Batang yang kuat dan lurus dengan mahkota bentuk sperical atau semisperical.
  • Daun dan batang yang kuat, bebas dari hama dan penyakit.
  • Kelapa yang baik untuk dijadikan benih adalah yang berusia sekitar 12 bulan.
  • Indukan buah memiliki kulit yang licin dan agak halus serta berwarna coklat.
  • Indukan yang dipilih memiliki buah yang berbentuk agak lonjong dengan ukuran panjang 22-25 cm serta lebar 17-22 cm dan sabut yang tidak luka.
  • Buah yang cukup terisi air apabila ketika diguncakan terdengar bunyinya.

Setelah bibit yang dipilih memenuhi syarat, istirahatkan benih kurang lebih satu bulan dengan kondisi udara yang segar dan kering juga tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Kita dapat menyimpannya di gudang dengan suhu udara 25ºC-27ºC dan dilakukan dengan cara menumpuk buah secara piramida serta diamati secara rutin. 

2. Penyemaian Benih

a. Pembibitan di Bedengan dan Polybag

  1. Siapkan bedengan atau polybag. 
  2. Olah tanah sampai gembur sekitar 30-40 cm. Bentuk bedengan dengan lebar 2 m, tingi 25 cm, dan panjang bedengan 60-80 cm. 
  3. Ukuran polybag sekitar 50 x 40 cm dengan ketebalan sekitar 0.2 mm. Buat 48 lubang di bagian bawah polybag dengan masing-masing ukuran diameter 0.5 cm dan berjarak tiap-tiap lubangnya 7 cm. Ini berguna untuk drainase dan diisi dengan tanah top soil halus setinggi 2-3 m (jika tanah lebih berat maka harus dicampur pasir dengan perbandingan 2:1).
  4. Pendederan dengan menyayat benih kurang lebih 5 cm pada tonjolan sabut sebelah tangkai berhadapan sisi terlebar dengan alat yang tajam dan jangan diulang.
  5. Kemudian tanam benih dengan kedalaman ⅔ bagian dengan sayatan menghadap keatas dan mikrofil ke timur. 
  6. Penanaman dilakukan dengan posisi segitiga bersinggungan, setiap satu meter persegi dapat diisi dengan 30-50 benih atau sebanyak 25.000 butir untuk 1 hektar.
    • Lama pembibitan 5-7 bulan; jarak tanam 60 x 60 x 60 cm; jumlah bibit 24.000/ha
    • Lama pembibitan 7-9 bulan; jarak tanam 60 x 60 x 60 cm; jumlah bibit 17.000/ha
    • Lama pembibitan 9-11 bulan; jarak tanam 60 x 60 x 60 cm; jumlah bibit 1.000/ha
  7. Penyemaian di polybag berlangsung selama 6-12 bulan, berdaun kurang lebih 6 helai dengan tinggi 90-100 cm.
  8. Penyemaian di bedengan setelah kecambah tumbuh dengan panjang tunas 3-4 cm, maka perlu dipindahkan ke polybag.

b. Pemeliharan Penyemaian

1. Pemeliharaan saat pendederan meliputi:

  • Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor atau springkel pada dua hari pertama sebanyak 5 liter/m2/hari setiap pagi dan sore, sleanjutnya 6 liter/m2/hari.
  • Setelah dua jam penyiraman, pada bagian sayatan ditekan dengan ibu jari, apabila keluar air maka penyiraman telah cukup. 
  • Pembersihan rumput-rumputan untuk mencegah adanya inang hama dan penyakit.

2. Pemeliharaan pada saat pembibitan:

  • Penyiraman dilakukan sampai jenuh, selanjutnya dapat disiram dengan gembor, selang atau springkel pada pagi dan sore hari.
  • Kebutuhan penyiraman per polybag per hari tergantung pada umur bibit.
  • Proteksi dengan pemberian insektisida atau fungisida dengan dosis rata-rata 2cc/liter dan disemprotkan pada tanaman sampai basah dan merata.
  • Penyiangan gulma dilakukan setiap satu bulan sekali.

3. Proses Persiapan Lahan Tanam

Setelah kita mendapatkan bibit dengan kualitas yang bagus maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan lahan tanam atau kebun yang ingin dijadikan tempat menanam tumbuhan kelapa. Sebaiknya proses persiapan lahan tanam ini dilakukan satu bulan sebelum bibit siap dipindahkan. 

  1. Bersihkan lahan tanam dari material dan tanaman yang mengganggu seperti gulma, rumput, batu-batuan, sampah plastik, sampah anorganik dan lain-lain.
  2. Gemburkan tanah dengan menggunakan cangkul.
  3. Buat lubang sebesar 70 cm x 70 cm x 70 cm dan beri jarak antara lubang tanam sebesar 8-10 cm. 
  4. Setelah membuat lubang maka beri pupuk organik. Pupuk organik sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organik yang bisa dijadikan pilihan adalah GDM SaMe Granule Bio Organik atau GDM Black Bos yang di mana kedua pupuk organik ini memiliki kandungan nutrisi makro dan mikro yang lengkap sehingga tidak perlu mencapurkan dengan pupuk lainnya. Gunakan GDM SaMe Granule Bio Organik sebanyak 150kg/ha dan berikan tiap-tiap lubangnya sebanyak 1kg dengan mencapuri tanah lapisan atas.
  5. Kemudian gunakan GDM Black BOS sebanyak 10kg/ha dan 70gr/2liter/pohon dengan disemprotkan ke lubang tanam. 

4. Cara Penanaman Bibit Kelapa Hibrida

  1. Masukan 300gr top soil ke dalam lubang tanam,
  2. PoPohon kelapa hibrida terbilang lebih pendek dari pohon kelapa pada umumnya, jadi ketika masa panen kelapa hibrida sudah tiba kita dapat memetiknya menggunakan galah bambu saja. Jadi setelah mengetahui cara budidaya kelapa hibrida, apakah Anda tertarik untuk mencoba menanamnya sendiri? 
    Pastikan untuk memulai budidaya kelapa hibrida, Anda harus memulai dengan pendampingan yang tepat. Anda bisa berkonsultasi dengan tim ahli perkebunan kami melalui tombol dibawah ini:tong polybag mekingkar pada bagian bawah, masukan ke lubang tanam dan buat irisan sampai ke ujung, kemudian gantungkan bekas polybag pada ajir untuk meyakinkan bahwa polybag sudah dikeluarkan dari lubang tanam. 
  3. Bibit ditimbuan tanah yang berada di sebelah selatan dan utara lubang, dipadatkan dengan ketebalan 3-5 cm di atas sabut bibit kelapa. 

5. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Kelapa Hibrida

  1. Penyulaman atau tahap penggantian bibit baru saat ada bibit yang mati atau tumbuh tidak sempurna, lakukan tahapan ini minimal 2 minggu setelah tanam agar pertumbuhan kelapa bisa merata
  2. Penyiangan dengan melakukan pembersihan gulma sebulan sekali saat bibit kelapa berusia 6-8 minggu terutama saat musim penghujan karena gulma biasanya tumbuh lebat saat musim penghujan
  3. Penyiraman dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Namun biasanya penyiraman dilakukan setiap 2-3 hari saat sore hari
  4. Pemupukan satu bulan penanaman seperti yang sudah dijelaskan pada point pemupukan dasar menggunakan pupuk organik dari GDM SaMe Granule Bio Organik dan juga GDM Black BOS.

8. Cara Pemupukan Kelapa Hibrida

Pemupukan dasar dilakukan agar benih yang tersebar bisa tumbuh dengan baik. pemupukan dasar lebih baik dilakukan dengan pupuk organik. Pupuk organik yang dapat dipilih untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman kelapa hibrida yaitu GDM SaMe Granule Bio Organik, GDM Black BOS, dan juga Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan. 

GDM SaMe Granule Bio Organik mengandung 6 jenis bakteri premium yang memiliki fungsi ganda. Unsur hara makro dan mikro-nya berfungsi sebagai pupuk untuk menutrisi tanaman, sedangkan 6 jenis bakterinya berfungsi untuk menghasilkan enzim, hormone, dan antibiotik alami untuk meningkatkan pertumbuhan, produktifitas dan imunitas.

Selain itu Kandungan bakteri dalam GDM SaMe Granule Bio Organik berfungsi sebagai stimulan bakteri apatogen alami yang ada dialam, sehingga dapat meningkatkan kualitas tanah, mencegah terjadinya penularan penyakit tular tanah (Busuk akar, Busuk batang, Bercak daun, Layu tanaman, Rebah semai, Bulai, Aeromonas, Vibrio, dll), dan menyuburkan kembali tanah yang yang rusak.

GDM Black BOS juga menjadi salah satu kombinasi terbaik bersama dengan GDM Granule SaMe, GDM Black BOS sendiri mengandung 4 macam bakteri menguntungkan yang secara enzimatis dan sinergis menguraikan berbagai residu dan limbah serta mengembalikan kondisi tanah menjadi subur kembali. Dalam waktu 3 bulan mampu menurunkan cemaran logam berat Timbal (Pb) dan Kromium (Cr) hingga lebih dari 80%. 

Selain itu menggunakan pupuk organik cair spesialis perkebunan juga membantu pertumbuhan tanaman kelapa hibrida Anda menjadi lebih produktif.

Pemupukan dasar dilakukan agar benih yang tersebar bisa tumbuh dengan baik. pemupukan dasar lebih baik dilakukan dengan pupuk organik. Pupuk organik yang dapat dipilih untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman kelapa hibrida yaitu GDM SaMe Granule Bio Organik, GDM Black BOS, dan juga Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan.  Merupakan pupuk organik cair yang dapat meningkatkan produktifitas perkebunan pada tanaman tebu, batang lebih tinggi dan lingkar batang lebih besar, pada pasca panen tebu dapat meningkatkan kadar dextran, menghambat penurunan rendemen tebu sampai 0.72 %.

Mengatasi serangan ulat penggerek batang pada tanaman cengkeh, meningkatkan luas area daun pada tembakau.

Merupakan pupuk cair organik yang dapat memperbaiki sifat fisik kimia & biologi tanah, mencegah berbagai penyakit akibat jamur & bakteri patogen. (gdm.id) 



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.