RI Ajak Malaysia & Singapura 'Pelototi' Selat Malaka biar Aman


Baturajaradio.com --
Indonesia berkomitmen menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura. Indonesia menyatakan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim juga menjadi tanggung jawab Malaysia dan Singapura.

Menurut Direktur Kenavigasian Kementerian Perhubungan, Hengky Angkasawan dukungan dan peran serta International Maritime Organization (IMO) dan negara pengguna diperlukan guna memastikan kedua selat tetap aman, terbuka, dan selamat untuk melaksanakan kegiatan pelayaran.

Hengky mengatakan, Cooperation Forum yang merupakan salah satu dari tiga pilar Cooperative Mechanism, berfungsi sebagai sarana untuk melakukan dialog dan bertukar pandangan mengenai isu-isu seputar Selat Malaka dan Selat Singapura.

Melalui forum tersebut, ide-ide terkait proyek-proyek baru seputar peningkatan keselamatan dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura dapat diwujudkan.

"Oleh karenanya, Cooperative Mechanism telah terbukti perannya sebagai sebuah kerangka kerja yang praktis dan efektif untuk kerja sama Internasional di Selat Malaka dan Selat Singapura," kata Hengky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/7/2022).

Pada kesempatan tersebut, Hengky mengajak pemangku kepentingan lainnya untuk berkomitmen dalam mendukung Cooperative Mechanism dan berbagai proyek di bawah kerangkanya.

"Dukungan nyata Anda dapat berperan untuk mendukung arah berani yang telah diambil oleh negara pantai serta menegaskan kembali pentingnya kerjasama internasional dalam memastikan terwujudnya keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura," tutupnya.

Sebagai informasi, Cooperation Forum adalah pertemuan tahunan di bawah kerangka Cooperative Mechanism yang dilakukan secara bergiliran oleh Indonesia, Malaysia dan Singapura secara urutan alfabetik.

Cooperation Forum memegang peranan penting karena merupakan forum pertemuan pejabat setingkat eselon I/high level (administrasi maritim) dari Indonesia, Malaysia, Singapura, negara pengguna selat,hingga asosiasi dan organisasi internasional untuk meningkatkan dialog terkait isu keselamatan navigasi pelayaran.

Adapun Cooperative Mechanism dibentuk oleh Indonesia, Singapura dan Malaysia dengan dukungan dari IMO. Cooperative Mechanism memiliki tiga komponen utama.

Pertama, Cooperation Forum (CF) atau komponen Cooperative Mechanism yang bertujuan meningkatkan dialog, mengidentifikasi, dan menyusun prioritas proyek dalam rangka peningkatan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka & Singapura.

Kedua, Project Coordination Committee (PCC), yaitu komponen Cooperative Mechanism yang mengkoordinasikan implementasi berbagai kegiatan proyek dalam kerangka Cooperative Mechanism.

Ketiga, Aids to Navigation Fund (ANF), yakni komponen Cooperative Mechanism yang menghimpun kontribusi dari user states dan stakeholder dalammengelola dan memelihara sarana bantu navigasi pelayaran di selat Malaka dan selat Singapura. Saat ini, Sekretariat ANF dipegang oleh Indonesia setelah dilakukan serah terima dari Malaysia pada bulan Juni lalu.

Sumber Artikel:: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6187629/ri-ajak-malaysia--singapura-pelototi-selat-malaka-biar-aman.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.