Update Mahasiswi Baturaja Korban Rudapaksa, Jadi Pemurung, Mengurung Diri di Kamar Tak Mau Makan


Baturajaradio.com - Seorang mahasiswi berprestasi di Baturaja Ogan Komering Ulu berinisial D yang menjadi korban rudapaksa diduga oknum resedivis mengalami perubahan kebiasaan.

Saat ini mahasiswi usia 22 tahun korban rudapaksa tersebut menjadi pemurung. Sudah beberapa hari dirinya mengurung diri di kamar tak mau makan.

Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten OKU sudah menurunkan tim untuk melakukan observasi kasus pemerkosaan yang menimpa D.
 
"Kita sudah turunkan tim, mungkin besok kita akan bahas hasil tim yang mengunjungi korban,” kata Kepalda Dinas PPA Kabupaten OKU Ir Arman MSi kepada awak Sripo, Rabu (2/2/2022).

Menurut Arman, tim yang diturunkan akan melakukan analisa kasus dan apa yang dibutuhkan korban, selanjutnya akan dibahas bersama. Apabila korban memerlukan pendampingan dari psikolog maka Dinas PPA Kabupaten OKU akan mendatangkan psikoog dari Palembang dan memang sudah ada psikolog yang siap membantu.

Dikatakan Arman, Kabupaten OKU saat ini memang mengalami kekosongan psikolog setelah psikolog sebelumnya Widyawati SPsi Psi Cht pindah ke salah satu rumah sakit di Palembang. Sehingga apabila ada kasus-kasus tertntu yang membutuhkan penanganan khusus maka pihaknya akan mendatangkan psikolog dari Palembang.

Seperti diberitakan sebelumnya, D (korban perampokan disertai pemerkosaan) kini memang mengalami perubahan kebiaaan. sebelumnya wanita yang ceria dan rajin beraktivatas ini lebih banyak murung.

Kabar dari ibu korban sudah beberapa hari ini D tidak mau makan dan lebih banyak berdiam diri di kamar.

Interpreter yang terpilih di Garuda Shiled (latihan bersama TNI AD dan US Army) tahun lalu ini sepertinya masih larut dalam kesedihan setelah ditimpa ujian berat. Wanita berpenampilan sederhana namun memiliki kemampuan akademis bagus, Bahasa Inggris bagus ini memang sduah menjalani visum dua hari lalu.

D juga sudah diambil keterangan di Unit PPA Polres OKU, pantauan di lapangan sejak D ditimpa musibah dukungan moril terus mengalir kepada mahasiswi Bahasa Inggris semester akhir di salah Perguruan Tinggi Swasta di Baturaja.

Bahkan pimpinan perguruan tinggi tempat D kuliah langsung turun tangan untuk membantu dan memfasilitasi kebutuhan D , beberapa teman-teman kuliah D juga memberikan dukungan kepada D menghibur D agar bisa melewati ujian berat ini.

D memang sudah pindah dari rumah kontrakan yang baru ditempatinya satu minggu, menyusul kejadian pemerkosan dan perampokan yang menimpa D. Karena korban trauma tinggal di rumah kontrakan, akhirnya korban tinggal bersama keluarga dan dalam perindungan pihak-pihak terkait.

Seperti diberitakan sebelumnya selain memiliki pretasi akademis yang bagus D juga memiliki kemampuan Berbahasa Inggri yang sangat bagus dan menjadi Interpreter serta menjadi tutor Bahasa Inggris di kursus-kursus Bahasa Inggris.

D sangat mencintai pekerjaannya terkait dengan bidang kebahasaan. Kemahirannya dalam berbahasa Inggris mengantarkan wanita berusia 22 tahun ini berkenalan dengan pria bule berprofesi di Angkatan Darat US ARMY. Kenalan singkat saat D menjadi penterjemah Bahasa Inggris di Latihan Bersama TNI – US Army di Garuda Shield tahun lalu menumbuhkan benih-benih cinta. Hubungan keduanya semakin serius dan informasinya sudah bertunangan.

"Bahkan tentara bule sudah melamar D dan sudah menjadi mualaf. Setelah bertunangan rencananya akan menikah di tahun ini," tutur Lala kerabat terdekat korban dengan nada sedih.

Teman dan kerabat korban berharap D kuat dan mampu melewati ujian berat ini dan tetap semangat mengejar cita-cita dan menyelesaikan kuliah yang hampir rampung. (sp/eni)

(https://sumsel.tribunnews.com/2022/02/02/update-mahasiswi-baturaja-korban-rudapaksa-jadi-pemurung-mengurung-diri-di-kamar-tak-mau-makan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.