Pencuri Tabung Gas di Sumsel Tewas Satu Hari Usai Ditangkap, Polisi Berpangkat AKP Dicopot


Baturajaradio.com - Hermanto (45) merupakan seorang tahanan di Lubuklinggau, tepatnya di Polsek Lubuklinggau Utara.

Naas, ia tewas satu hari usai ditangkap.

Perkara ini membuat pihak keluarga mencari keadilan karena menilai kematian Hermanto tidak wajar.

Salah satu alasannya karena terdapat beberapa luka lebam di tubuhnya.

Kini, AKBP Harissandi selaku Kapolres Lubuklinggau sudah mengambil beberapa tindakan terkait peristiwa tersebut.

Yakni, memeriksa enam anggota Polsek Lubuklinggau Utara bekerja sama dengan Propam Polda Sumsel

Kabar terbaru, AKP Sudarno dicopot jabatannya sebagai Kapolsek Lubuklinggau Utara.

Kronologi penangkapan Hermanto

Hermanto diamankan Polsek Lubuklinggau Utarakarena terlibat kasus pencurian dan pemberatan (Curat).

Saat itu Hermanto diduga menjalankan aksinya bersama tiga orang pelaku lainnya.

Awalnya pihak kepolisian pada hari Minggu, (13/02/2022) sekira pukul  22.00 WIB menangkap Rebiansyah (15) alias Rebi dicurigai berencana mau bongkar rumah di Kelurahan sumber Agung.

Saat itu, Rebi ditangkap patroli diamankan ke Polsek Lubuklinggau Utara, kemudian hasil interograsi pelaku melakukan aksi pencurian bersama tiga temannya.

Lalu kasusnya dikembangkan, Senin (14/2) siang Hermanto alias To (47) ditangkap bersama Sanca (16) warga Jalan Jambi Kelurahan Belalau dan Brensi Bani (21).

Sementara korban pencuriannya yakni Mutini Peni Anggraini warga RT 5 Kelurahan Sumber Agung.

Aksi pencurian itu terjadi pada hari Selasa (8/2/2022) sekitar pukul 04.00 Wib dengan cara melakukan aksi bobol rumah.

Saat itu korban kehilangan uang tunai Rp 400 ribu dan tabung gas elpiji 3 Kg.

Korban baru mengetahui setelah bangun tidur mau shalat subuh, terkejut pintu jendela terbuka, dilihatnya jendela terbuka dan duit dilemari hilang beserta tabung gas.

Kemudian aksi pencurian itu dilaporkan pada Kamis (10/2) lalu.

Pencopotan Kapolsek Lubuklinggau Utara

Akibat buntut kasus ini AKP Sudarno dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Lubuklinggau Utara.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi mengatakan pencopotan Kapolres Lubuklinggau Utara tersebut sebagai bentuk transparan kepolisian dalam pengungkapan kasus Hermanto.

"Enam anggota sudah diperiksa termasuk Kapolseknya (Kapolsek Lubuklinggau Utara) telah dicopot dari jabatannya, kurang apa lagi, tapi tetap harus ada prosesnya," ungkap Harissandi dihadapan mahasiswa, Selasa (22/2/2022) siang.
Dihadapan perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi demo, Harissandi meminta mahasiswa di Lubuklinggau tidak perlu lagi melakukan unjuk rasa karena prosesnya telah dilakukan secara transparan.

"Lebih baik temui karena silaturahmi itu memperbanyak rejeki dan membuat umur panjang, kita sama-sama atasi dengan kepala dingin apa sih kendalanya, apa yang ingin diketahui oleh mahasiswa saya jelaskan, termasuk Kapolsek kita copot, anggotanya dalam tahanan," ujarnya.
Harissandi meminta masyarakat untuk bersabar karena proses masih berjalan, jadi tidak perlu ada yang khawatir anggota yang melakukan pelanggaran tidak di proses, saat ini semua anggota telah diproses.

Bahkan dari awal kepada media dan pihak keluarga dia sudah menyampaikan agar proses hukum ini diserahkan kepada pihak kepolisian.

Harissandi juga menyampaikan bila kasus ini ada perkaranya dan bukan rekayasa pihak kepolisian, pengungkapannya bermula dari laporan masyarakat yang kehilangan tabungan gas elpiji 3 Kg.

"Ada pelapornya kasusnya pun sudah ditangani oleh Polres Lubuklinggau, kemungkinan dalam waktu dekat berkasnya akan dilimpahkan ke JPU, tersangkanya empat orang, kasusnya pencurian tabung elpiji 3 Kg," ujarnya.

Dalam laporan korban, para pelaku mencongkel rumah korban, saat penyelidikan kebetulan barang buktinya ada di rumah Hermanto.

"Saya perintahkan pak kasat reskrim untuk segera melimpahkannya ke JPU, jadi kasus ini ada bukan ujuk-ujuk polisi mengambil seseorang, bahkan kasusnya sudah disampaikan dengan media, barang buktinya ada tabung gas," ungkapnya.

(https://palembang.tribunnews.com/2022/02/22/pencuri-tabung-gas-di-sumsel-tewas-satu-hari-usai-ditangkap-polisi-berpangkat-akp-dicopot?page=4)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.