Kasus Covid-19 Masih akan Naik Sampai Akhir Februari


Baturajaradio.com  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksikan, lonjakan kasus Covid-19 masih akan terjadi sampai akhir Februari. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak jemawa. 

“Tetap prokes, hindari kerumunan, dan kalau bisa lakukan mobilitas di rumah, ya, lakukan,” kata dia, Senin (31/1).

Budi mengaku belum bisa memastikan kapan puncak lonjakan kasus Covid-19. Data omikron di sejumlah negara menunjukkan perbedaan yang memberikan ketidakpastian dalam membuat prediksi. 

Misalnya, ia mengatakan, data pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit berbeda-beda di setiap negara. Di Afrika Selatan dan Inggris, jumlah pasien masuk rumah sakit jauh di bawah varian delta. Di Amerika Serikat dan Prancis, persentase kasus aktif di bawah varian delta, tetapi jumlah orang yang masuk rumah sakit lebih tinggi dari varian delta.  

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemerintah memprediksi gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi dalam beberapa pekan mendatang. “Sudah bisa kami kategorikan masuk dalam gelombang ketiga,” kata dia.

Berdasarkan data puncak omikron di negara lain, lonjakan kasus mencapai tiga kali puncak varian delta. Untuk mengantisipasi itu, pemerintah melakukan penguatan upaya tes, telusur, tindak lanjut (3T), dan vaksinasi. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di Jawa-Bali didominasi oleh DKI Jakarta. Beberapa provinsi lainnya di Jawa-Bali mengalami kenaikan cukup signifikan.

Luhut mengatakan, positivity rate sudah berada di atas standar WHO sebesar lima persen. Kasus kematian harian Covid-19 di Jawa dan Bali mengalami peningkatan. Dari 27 pasien yang gejala berat atau sedang, sebanyak 59 persen di antaranya memiliki komorbid, 30 persen merupakan lansia, dan 63 persen belum melakukan vaksinasi dosis lengkap. Karena itu, Luhut meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan kasus ini.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan jajarannya mencegah transmisi lokal kasus Covid-19 di dalam negeri, khususnya di enam provinsi yang menjadi penyumbang kasus aktif terbesar di Indonesia. “Tetap tenang, tidak usah panik, tapi harus tetap waspada. Kemudian juga disiplin protokol kesehatan,” kata dia.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan seluruh pihak waspada terhadap tren kasus Covid-19 akibat varian omikron yang terus meningkat. “Kalau awal-awal dulu dari luar negeri, sekarang sudah transmisi lokal, nah ini harus kita waspadai,” kata dia. 

(https://www.republika.id/posts/24656/kasus-covid-19-masih-akan-naik-sampai-akhir-februari)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.