Kapolres Prabumulih: Seminggu Ada 5 Laporan Polisi Kekerasan Perempuan dan Anak


Baturajaradio.comAngka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Prabumulih jumlahnya sangat tinggi, bahkan dalam seminggu bisa mencapai 5 laporan.

Hal itu diungkapkan Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIk SH MH kepada wartawan usai peresmian gedung Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta layanan rumah aman (Safe House) di Mapolres Prabumulih, Senin (31/1/2022).

"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi, mungkin dalam seminggu ini empat sampai lima LP (Laporan Kepolisian) yang masuk ke kita," ungkap Siswandi.

Pria berdarah minang itu mengaku penyebab kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut didominasi faktor ekonomi namun banyak juga faktor lain.

"Untuk penyebab yang paling mendominasi itu adalah masalah ekonomi," jelasnya.

Lebih lanjut Siswandi mengaku pihaknya bekerjasama dengan pemkot Prabumulih mendirikan gedung Safe House untuk meningkatkan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

"Harapan kita kedepan bangunan ini tidak hanya membantu korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga lainnya seperti terlantar dan lainnya. Safe house tersebut merupakan yang ke dua setelah Polda Sumsel," katanya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih, Elman ST MM menuturkan pemerintah kota prabumulih bersama-sama dengan Polres Prabumulih dan stakeholder lainnya, akan terus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kita bersama polres, bekerjasama untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Yang kita lakukan yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang kepribadian, keagamaan termasuk juga mendirikan safe house ini," tuturnya.

Selain itu sambung Elman, pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada masyarakat korban kekerasan dalam rumah tangga khususnya perempuan dan anak.

"Dari pemerintah dan polres pasti akan memberikan pendampingan," katanya.

Terpisah, Kepala DP2KBP3A, Eti Agustina mengakui angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota prabumulih cukup tinggi.

"Untuk  saat ini yang paling mendominan kekerasan terhadap anak, terutama pelecehan seksual," katanya.

Untuk itulah Eti mengimbau kepada orang tua, untuk selalu memperhatikan anak-anak.

"Perhatikan dimana mereka bermain, siapa teman bermain mereka anak-anak harus betul-betul diperhatikan termasuk penggunaan gadget," ujar Eti.

Ditanya mengenai penyebab tingginya kasus kekerasan terhadap anak, Eti menuturkan hal itu didominasi karena faktor ekonomi.

"Banyak faktor tapi yang paling banyak itu penyebabnya faktor ekonomi yang menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga, jadi anak-anak ini hanya korbannya saja" tambahnya.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.