Cara Budidaya Jamur Tiram bagi Pemula, Cocok Jadi Tambahan Penghasilan

 


Baturaja Radio.com -Mengetahui cara budidaya jamur tiram sangat disarankan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Budidaya jamur sangat populer di tengah masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar.

Jamur tiram merupakan makanan yang menyehatkan. Jamur tiram mengandung kalori yang rendah dan hampir tak memiliki lemak. Vitamin D dan B12 juga terkandung dalam jamur ini dan sangat cocok untuk dikonsumsi.

Jamur tiram memiliki ciri khas berbentuk lebar seperti cangkang tiram, berwarna putih, dan tumbuh bergerombol seperti payung.

Lantaran permintaan akan jamur tiram tinggi di Indonesia, membuat budidayanya banyak diminati dan terbilang mudah ditemukan.

Jika Anda ingin memulai budidaya jamur tiram, bisa mencoba beberapa cara ini.

Siapkan Kumbung

Ada dua cara menyusun baglog dalam rak, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dan horizontal. Meletakkan secara vertikal di mana lubang baglog menghadap ke atas, sedangkan cara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.

Kedua Cara Budidaya Jamur Tiram ini memiliki kelebihan masing-masing. Kalau disusun secara horizontal menjadi lebih aman dari siraman air karena jika penyiraman berlebih, air tidak akan masuk ke baglog.

Selain itu, untuk melakukan panen lebih mudah. Hanya, penyusunan dengan cara horizontal ini lebih banyak memakan ruang.

Berikut cara budidaya jamur tiram dan perawatannya:

  • Sebelum menyusun  
    , buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Diamkan kurang lebih lima hari. Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman untuk menambah kelembapan
  • Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama tiga hari dan jangan disiram. Cukup siram pada bagian lantai saja.
  • Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Makin sempurna pengabutan, akan makin baik. Anda bisa menyiramnya 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembapan kumbung. Anda tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 16-24 derajat celsius.

Menyiapkan Baglog

Lantaran jamur tiram merupakan jamur kayu sehingga bahan utama dari baglog adalah serbuk gergaji.

Baglog dibungkus plastik berbentuk silender, satu di antara ujungnya diberi lubang. Di lubang inilah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Pada budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun, bagi pemula, biasanya baglog dibeli dari pihak lain sehingga petani bisa fokus hanya menjalankan usaha budidaya saja tanpa harus membuat baglog sendiri.

Cara Merawat Baglog

Ada dua cara menyusun baglog dalam rak, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dan horizontal. Meletakkan secara vertikal di mana lubang baglog menghadap ke atas, sedangkan cara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.

Kedua Cara Budidaya Jamur Tiram ini memiliki kelebihan masing-masing. Kalau disusun secara horizontal menjadi lebih aman dari siraman air karena jika penyiraman berlebih, air tidak akan masuk ke baglog.

Selain itu, untuk melakukan panen lebih mudah. Hanya, penyusunan dengan cara horizontal ini lebih banyak memakan ruang.

Berikut cara budidaya jamur tiram dan perawatannya:

  • Sebelum menyusun baglog, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Diamkan kurang lebih lima hari. Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman untuk menambah kelembapan.
  • Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama tiga hari dan jangan disiram. Cukup siram pada bagian lantai saja.
  • Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Makin sempurna pengabutan, akan makin baik. Anda bisa menyiramnya 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembapan kumbung. Anda tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 16-24 derajat celsius.

Memanen Jamur Tiram

Kalau baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam waktu 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik.

Baglog dengan bobot sekitar 1 kilogram akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kilogram. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.

Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun, tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih.

Bila masa panen lewat setengah hari saja, warna bisa menjadi agak kuning kecokelatan dan tudungnya akan pecah. Kalau sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu lagi.(bpla.com)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.