Rupiah Lesu di Awal Pekan Imbas Data Inflasi AS

FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat 



Baturajaradio.com  -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan pada awal pekan ini. Rupiah diproyeksi melemah seiring pelaku pasar yang mengantisipasi data inflasi Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg, Senin (13/9/2021), nilai tukar rupiah dibuka di angka 14.232 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.203 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah kembali menguat ke 14.222 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, kurs rupiah bergerak di kisaran 14.231 per dolar AS hingga 14.256 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 1,43 persen.

"Nilai tukar rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini karena pasar mengantisipasi rilis data inflasi konsumen AS bulan Agustus yang akan dirilis besok malam," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra dikutip dari Antara, Senin (13/9/2021).

Menurut Ariston, data kemungkinan akan menunjukkan tingkat inflasi AS masih meninggi yang membuka peluang tapering pada akhir tahun oleh The Fed.

Pada akhir pekan lalu, data inflasi produsen AS bulan Agustus masih menunjukkan kenaikan 8,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan sebelumnya 7,8 persen.

Selain itu, salah satu pejabat The Fed pimpinan area Cleveland Loretta Mester pada Jumat (10/9) malam mendukung kebijakan tapering diberlakukan pada akhir tahun ini.

"Namun di sisi lain, membaiknya kasus COVID-19 di Tanah Air dibandingkan negara tetangga, bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah," ujar Ariston.

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (12/9) bertambah 3.779 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,17 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 188 kasus sehingga totalnya mencapai 138.889 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 9.401 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,92 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 109.869 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 72,77 juta orang dan vaksin dosis kedua 41,73 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak ke kisaran Rp14.180 per dolar AS hingga Rp14.250 per dolar AS.

Pada Jumat (10/9) kemarin, rupiah menguat 50 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp14.203 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS. 




(https://www.liputan6.com/bisnis/read/4656678/rupiah-lesu-di-awal-pekan-imbas-data-inflasi-as?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter&utm_campaign=liputan6)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.