Pengusaha Jatim Sebut Permintaan Oksigen untuk Medis Naik 100 Persen

  

Kasus COVID-19 di Jawa Timur melonjak dalam sebulan terakhir. Saat ini, kasus COVID-19 aktif di Jatim mencapai 11.186.

baturajaradio.com - Kasus COVID-19 di Jawa Timur melonjak dalam sebulan terakhir. Saat ini, kasus COVID-19 aktif di Jatim mencapai 11.186.

Salah seorang pengusaha oksigen di Kota Surabaya yakni Bambang Suharto mengatakan, permintaan oksigen di Jatim khususnya Kota Surabaya, naik 100 persen.

"Permintaan oksigen hampir melonjak 100 persen bahkan hingga tingkat nasional ya. Biasanya rumah sakit permintaannya 300-400 tabung, sekarang 2 ribu tabung," ujar Bambang kepada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Bambang menjelaskan, untuk permintaan oksigen silinder gas maupun liquid naik dua kali lipat. Bahkan, banyak pengusaha oksigen yang awalnya mensuplai industri, kini turun tangan mensuplai kebutuhan rumah sakit.

"Dampaknya besar sekali, mayoritas pelaku gas ada yang suplai pabrikan, ada depot. Saya yang awalnya suplai industri, juga sebagai balancing, sekarang (juga suplai) buat orang sakit. Dulu persentasenya 10-90. 10 persen untuk rumah sakit, 90 persen industri. Sekarang 100 persen untuk orang sakit, apalagi di Jawa, RS over semua, butuh oksigen semua," bebernya.

Pemilik usaha gas CV Utama Lestari ini mengatakan, permintaan oksigen di Jatim saat ini membeludak. Apalagi, kasus COVID-19 melonjak, dan banyak pasien yang dirawat di rumah sakit dadakan. Seperti RS darurat, RS lapangan, hingga hotel yang dijadikan tempat isolasi membutuhkan oksigen.

"Belum lagi pasien perorangan, yang isoman. Mereka sadar akhirnya berbondong-bondong punya oksigen, cari tabung serta regulatornya," imbuhnya.

Menurutnya, kondisi demand dan supply oksigen di Jatim saat ini tidak seimbang. Harga oksigen yang naik, disebutnya, bukan semata-mata permainan dari pengusaha. Melainkan tarik ulur antara penjual dan pembeli. Karena barang yang terbatas, siapa yang membeli dengan harga tinggi akan didahulukan.

"Tiga sampai empat bulan lalu, tabung kecil harganya Rp 400 ribu, sekarang Rp 1,3 juta. Yang tabung besar awalnya Rp 1,5 juta, bisa Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta sekarang," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Octavianus (Oki), pengusaha oksigen asal Surabaya lainnya. Menurut dia, saat ini permintaan oksigen sangat tinggi. Bahkan, mulai ada permintaan oksigen dalam kemasan botol dengan ukuran 1-2 meter.

"Permintaan sangat tinggi, karena COVID-19 ini. Di pasar saat ini, seperti RS darurat, RS lapangan, request oksigen dalam kemasan botol 1-2 meter. Akhirnya kita juga ikut menuhi kebutuhan itu," terangnya.

Menurut Oki, kadar oksigen untuk medis dan industri sama. Hanya saja, untuk kebutuhan medis, tabung diberi tanda khusus dan berwarna putih. Untuk kemurnian yang dihasilkan produksi sebesar 99,7 purity hampir mendekati 100 persen kemurnian. Untuk kesehatan, standar minimal 99,5 kemurnian.

"Kebersihan tabung juga dibedakan. Warnanya putih, dan ada tanda medis + berwarna merah. Kalau industri, tabung yang biru," ungkapnya.

Oki mengaku, oksigen yang ia jual saat ini harganya naik dua kali lipat. Bahkan, harga regulator pun juga ikut naik dua kali lipat.

"Ini fenomena baru, harga bukan penjual yang menentukan, juga bukan pembeli, karena demand dan supply yang tidak seimbang, akhirnya naik," kata pemilik usaha gas oksigen CV Berkat Alam Sejahtera ini.

Oki menjelaskan, tingginya permintaan membuat pengusaha kelabakan memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu, untuk membangun perusahaan oksigen baru, khususnya di Jatim cukup sulit.

"Kesulitan juga memenuhi kebutuhan antara medis dan industri. Harapan saat ini, industri mau ngalah, minimal 2-3 minggu saat PPKM Darurat ini. Juga demi kemanusiaan, sampai kondisi normal," pungkasnya.

Sumber Artikel:: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5633809/pengusaha-jatim-sebut-permintaan-oksigen-untuk-medis-naik-100-persen/2


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.