Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.baturajaradio.com - Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyatakan bahwa ia dan 74 pegawai yang tidak lolos lainnya sudah pernah meminta hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kepada pejabat pengelola informasi di KPK. Namun, hasil tersebut tidak pernah diberikan dengan alasan rahasia.

 Hal itu diungkap Novel dalam tayangan YouTube Haris Azhar. Kompas.com telah mendapatkan izin dari Haris Azhar untuk mengutip perbincangannya dengan Novel pada hari Sabtu (12/6/2021). "Kita lihat hasil tesnya sampai sekarang enggak diberikan.

 Kami pribadi bersurat ke pejabat pengelola informasi di KPK untuk memberikan hasil tes. Tapi, sampai sekarang enggak ada. Udah begitu, alasannya itu rahasia," ujar Novel. 

 Novel menilai ada kejanggalan mengapa KPK tidak menunjukkan hasil TWK kepada para pegawai.

 Ia curiga, TWK ini hanya sebagai alat untuk menghabisi para pekerja yang benar dalam upaya memberantas korupsi.  "Ini disembunyikan hasilnya. Bagaimana kita tidak melihat ini sebagai permasalahan," ucapnya. Terima kasih telah membaca Kompas.com. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Hasil TWK, kata Novel, sudah seharusnya diperlihatkan kepada pegawai KPK yang mengikuti tes sebagai feedback, bukan malah dirahasikan.

Ia pun menganalogikan hasil TWK ibarat rekam medis di rumah sakit.  "Sekarang kita berikan analogi, kalau kita ke dokter kita sakit diperiksa, ada medical record. 

Kalau orang lain minta itu rahasia. Tapi kalau dirinya sendirinya yang minta ya harus diberikan," kata Novel. 

Novel mengklaim orang-orang yang tidak lulus dalam TWK adalah mereka yang diyakini bekerja dengan benar dalam memberantas korupsi mulai dari penindakan hingga pencegahan.

 "Ketika kita lihat lagi siapa saja yang tidak lulus, ternyata adalah orang-orang yang pekerja benar. Ada klaster wadah pegawai, klaster menangani kasus besar maupun orang-orang yang berkontribusi besar di pencegahan," kata dia.


(https://nasional.kompas.com/read/2021/06/12/21574231/novel-sudah-pernah-minta-hasil-asesmen-twk-kpk-tapi-tidak-diberikan)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.