Harga Karet Sumsel Kembali Turun Rp 48 per Kilogram

Hari Ini Harga Karet Sumsel Kembali Turun Rp 48 per Kilogrambaturajaradio.com - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali turun.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 48 per kg dibandingkan indikasi karet hari Rabu 21 April untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Kamis (22/4/2021).


Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 21 April 2021 Rp 20.043 per kg.


Sedangkan harga karet hari ini, Kamis (22/4/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 19.995 per kg, artinya ada penurunan Rp 48 per kg dibandingkan harga hari Rabu.


Lalu untuk KKK 70 persen diharga 13.997 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.997 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.998 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.998 per kg.


Menurutnya, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional. Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet," katanya.


Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.


Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.


Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.


Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.


"Karet KKK 100 persen ditingkat petani tidak ada dan tidak bisa, hanya olahan pabrik yang bisa sampai KKK 100 persen. Sedangkan karet bulanan di tingkat petani berkisar di KKK 65-70 persen," katanya.


Rudi menambahkan, saat ini petani di Sumsel makin tertarik untuk bergabung atau membentuk UPPB baru karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga total UPPB yang sudah terbentuk ada 279 UPPB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota. 


"Untuk target di tahun 2022 kita naikkan dari 50 UPPB baru menjadi 75 UPPB, walaupun dengan anggaran yang semakin kecil dibandingkan dengan ketersediaan anggaran di Tahun 2021," katanya. 
 



(https://sumsel.tribunnews.com/2021/04/22/hari-ini-harga-karet-sumsel-kembali-turun-rp-48-per-kilogram)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.