BPOM Cegah Peredaran 330 Kg Mie dan 1100 Tahu Berformalin di Pasar Inpres Lubuklinggau

BPOM Cegah Peredaran 330 Kg Mie dan 1100 Tahu Berformalin di Pasar Inpres Lubuklinggau 

Baturajaradio.com --  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau Sumatera Selatan, mencegah peredaran 330 Kg mie  dan 1100 potong tahu mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan jenis formalin.

Petugas BPOM yang dibantu oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) dan Sat Pol PP ini menyita mie dan tahu berformalin itu dari pedagang pasar tradisional di kota di Kota Lubuklinggau.

Kepala BPOM Lubuklinggau Afdil Kurnia mengatakan mie dan tahu mengandung bahan kimia berformalin tersebut disita dari pedagang di Jl Kenanga Kota Lubuklinggau.

"Mie dan tahu itu kita sita bersama Disdagrin dan Satpol PP dari pedagang berinisial Y di Jl Kenanga," kata Afdil Kurnia pada wartawan, Rabu (7/4/2021) sore.

Ia menuturkan, pengungkapan mie dan tahu formalin tersebut bermula dari laporan masyarakat dan sekaligus melakukan razia memberikan rasa nyaman dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan.

"Kemudian atas kecurigaan itu langsung kita lakukan razia dan setelah dilakukan rapid formalin ternyata mie dan tahu yang dijual pedagang itu mengandung formalin," ungkapnya.

Ia menduga mie formalin tersebut sebagian telah diedarkan ke masyarakat, sebab saat tim gabungan melakukan sidak Rabu pagi melihat beberapa mobil telah keluar.

"Mie dan tahu yang kita temukan itu diduga sebagian telah diedarkan,  untuk hasil temuan itu mie dan tahu itu saat ini langsung kita minta untuk dimusnahkan," ujarnya.

Sementara untuk pelaku usaha tidak diambil tindakan ke ranah pidana, hanya dilakukan pembinaan berupa peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Untuk sementara hanya diberikan peringatan agar tak mengulangi perbuatannya, selanjutnya akan kita lakukan pembinaan," ungkapnya. (Eko Hepronis)






(https://palembang.tribunnews.com/2021/04/07/bpom-cegah-peredaran-330-kg-mie-dan-1100-tahu-berformalin-di-pasar-inpres-lubuklinggau)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.