Harga Karet di Sumsel 5 Maret, Enam Faktor yang Bikin Harga Tidak Sebagus Sehari Sebelumnya

Harga Karet di Sumsel 5 Maret, Enam Faktor yang Bikin Harga Tidak Sebagus Sehari Sebelumnya

baturajaradio.com - Harga karet di Sumsel untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mengalami penurunan.

"Indikasi harga karet di Sumsel Jumat (5/3/2021) hari ini turun Rp 247 per kg dibandingkan indikasi karet hari Kamis 4 Maret untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Jumat (5/3/2021).


Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 4 Maret 2021 Rp 21.513 per kg.


Sedangkan harga karet di Sumsel Jumat (5/3/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 21.266 per kg, artinya ada penurunan Rp 247 per kg dibandingkan harga hari Kamis.


Lalu untuk KKK 70 persen diharga 14.886 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.760 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.633 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.506 per kg.


"Ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional.


Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS.


Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet," kata Rudi.


Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.


Tata cara perdagangan (trading style) cenderung seringkali tidak mencerminkan harga yang sebenarnya dan akhirnya menciptakan faktor keenam yakni spekulan di Pasar Berjangka Internasional.


"Pergerakan harga karet di tahun 2021 masih fluktuatif.


Bahkan, di awal tahun 2021 karet KKK 100 persen pernah mencapai harga terendah pada 4 Januari  2021 dengan harga, Rp 17.194 perkilogramnya dan tertinggi pada tanggal 26 Februari 2021 Rp 24.008 per kg KKK 100 persen," katanya.


Pergerakan harga karet pasca harga minyak dunia mencatatkan trend kenaikan seiring dengan kebijakan OPEC+ yang akomodatif untuk mengurangi pasokan minyak global.


"Kita lihat harga di Minggu pertama bulan Maret ini, mudah-mudahan harga tetap bertahan di keseimbangan baru antara Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per Kg untuk KKK 100 persen," katanya.


Menurutnya, harga karet tidak dapat diprediksi. Karena faktor nilai tukar rupiahpun dapat mengakibatkan harga menjadi naik atau turun.


Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.


Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.


Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.


"Karet KKK 100 persen ditingkat petani tidak ada dan tidak bisa, hanya olahan pabrik yang bisa sampai KKK 100 persen. Sedangkan karet bulanan di tingkat petani berkisar di KKK 65-70 persen," katanya.


Sumber Artikel::, https://palembang.tribunnews.com/2021/03/05/harga-karet-di-sumsel-5-maret-enam-faktor-yang-bikin-harga-tidak-sebagus-sehari-sebelumnya?page=2.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.