Sejumlah Pihak Bentuk Gerakan Nasional Atasi Sampah Plastik

Pekerja memilah dan membersihkan sampah plastik yang dapat didaur ulang di tempat penampungan Gampong Jawa, Banda Aceh, Aceh, beberapa waktu lalu. 

Baturajaradio.com --    Salah satu cara mengatasi masalah plastik adalah dengan mendaur ulangnya. Dalam industri daur ulang plastik, PET disebut sebagai jenis plastik berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga memiliki peran krusial dalam ekonomi sirkular. Menanggapi hal ini, Le Minerale bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) melakukan inisiasi Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional.

Kerjasama multi stakeholder ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan dan menggalakan kegiatan sirkular ekonomi sebagai salah satu cara mengatasi isu sampah plastik. Kerjasama ini juga mencakup kegiatan mengedukasi dan mendukung waste management di rumah dan lingkungan masyarakat.

IPI berperan sebagai pengepul sampah yang mengoleksi sampah plastik dan galon. Saat ini IPI telah membina 3,7 juta orang anggota di 25 Provinsi seluruh Indonesia. Sementara ADUPI mempunyai peran melakukan pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku untuk dijadikan produk baru yang bernilai ekonomi tinggi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah Sampah, dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati mengapresiasi kerja sama multi-stakeholder dalam menggerakan ekonomi sirkular nasional tersebut. Ia memaparkan, dalam pengelolaan sampah, KLHK mendukung tiga pendekatan yang dipakai dalam tema Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini yakni zero wasteadvance teknologi dan sirkular ekonomi.

Dalam pengelolaan sampah ini, lanjut Vivien, butuh komitmen semua pihak dan tidak mungkin diselesaikan hanya dengan single approach saja karena Indonesia adalah negara besar. "Tidak perlu diperdebatkan approach mana yang paling baik, yang penting bisa membantu mengatasi masalah sampah plastik," kata dia, Rabu (24/2).

"KLHK merasa pendekatan ini sudah tepat, karena menciptakan nilai tambah ekonomi baru dan bermanfaat secara sosial. Kita harus percaya bahwa semua langkah kecil yang kita lakukan akan berdampak besar pada lingkungan," kata dia menambahkan.

Sebelum menjalin kerjasama ini, Le Minerale juga telah melaksanakan program bank sampah. Ronald Atmadja, Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya mengatakan, “Kami meyakini bahwa sirkular ekonomi merupakan solusi yang baik untuk atasi masalah sampah plastik dan Le Minerale berkomitmen tinggi untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah yang bersinergi. Kerjasama antar ketiga pihak ini diharapkan semakin luas dan bermanfaat," kata dia.

Ketua Umum ADUPI, Christine Halim menyatakan, Industri daur ulang memerlukan sampah plastik PET dalam jumlah besar. Dalam catatan ADUPI, setiap tahunnya permintaan PET meningkat rata-rata tujuh persen. Angka ini, kata dia, termasuk dalam kondisi saat pandemi Covid-19. PET menjadi primadona karena bernilai jual tinggi dan menjadi rebutan pemulung. Seperti botol dan gallon PET Le Minerale yang jernih, mudah di daur ulang untuk menjadi barang bermanfaat seperti polyester, dakron sintetis, geotextile, bantal, baju winter, kancing, dll.

Menurut Christine, plastik PET dapat didaur ulang hingga 50 kali dan menghemat bahan baku produksi. “Tren permintaan ekspornya pun terus naik. Ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjadikan sampah bahan baku ekonomi dan plastik sekali pakai tidak masalah apabila manajemen sirkular ekonomi dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Ketua Umum IPI, Prispolly Lengkong mengatakan, melalui kerja sama ini maka telah membantu menyejahterakan pemulung di tanah air, memanusiakan dan meningkatkan harkat pemulung secara berkesinambungan. “Sehingga ada sinergi antara produsen dan pelaku di bawah, terutama para pemulung yang merupakan pemeran utama dalam mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang,” kata dia.




(https://www.republika.co.id/berita/qp179l456/sejumlah-pihak-bentuk-gerakan-nasional-atasi-sampah-plastik)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.