Oknum LSM OKU Selatan Yang Dianiaya Pakai Parang Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Oknum LSM OKU Selatan Yang Dianiaya Pakai Parang Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

baturajaradio.com - Oknum LSM Wahana Aspirasi Masyarakat (WAS) Abdul Kudus korban penganiayaan di kantin depan Kantor BPKAD Kompleks Perkantoran Pemda OKU Selatan akhirnya meninggal dunia, Senin (15/2) petang.

Sebelumnya, Pasca dianiaya dan bersimbah darah korban dilarikan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Umum Muaradua.


"Ya, sekitar 20 menit yang lalu korban meninggal,"ujar Risman, rekan sekaligus keluarga korban, Senin (15/2) pukul 18.15 WIB.


Akibat peristiwa berdarah tersebut, korban mengalami luka bacok dibagian wajah dengan sebilah parang oleh pelaku Andi Trio Santoso (33) warga Desa Pelangki Kecamatan Muaradua.


Peristiwa berdarah di sebuah warung makan didepan Kantor BPKAD Kompleks Perkantoran Pemda OKU Selatan.

Dengan kondisi terluka parah, korban yang berdomisili di Kecamatan Bukit Kecil Kota  Palembang, sempat menyelamatkan diri berlari kearah gerbang Kantor BPKAD setempat.


Kendati demikian, korban yang berprofesi sebagai LSM  tersebut diketahui kehilangan banyak darah akibat luka bacok dibagian wajah dengan duduk lemas di pos Satpol PP kantor setempat.


Hingga bantuan mobil ambulance tiba dan petugas kepolisian tiba, motif pembacokan antara pemilik warung nasi diduga adanya kesalah pahaman lantaran kecemburuan pelaku terhadap istrinya yang menjaga warung dan korban sebagai pembeli.


Kronologi


Dihimpun Sripoku.com, peristiwa berdarah berawal saat korban Kudus bersama dua orang rekannya Haris dan Mat Rudin, korban yang membayar pesanan kopi terakahir di sempat menggoda istri pelaku Isna (47) yang baru menikah kisaran 3 bulan lalu.


Amarah pelaku memuncak yang secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan parang untuk memotong daging. Disisi lain dengan kondisi terluka korban sempat menyelamatkan diri masuk ke gerbang perkantoran BPKAD OKU Selatan menghindari pelaku.


Salah seorang rekan korban Haris menuturkan ia sempat melihat korban diserang menggunakan senjata parang, sambil berteriak menghindar berupaya menyelamatkan diri.


"Saya lihat dia (korban) jatuh sambil berteriak 'mati aku', berhubung saya bukan orang kebal dari pada saya mati lebih baik menyelamatkan diri,"ujarnya.


Terpisah Kapolres OKU Selatan AKPB Zulkarnain Harahap SIK melalui AKP Apromico SIK, MH membenarkan korban penganiayaan diwarung nasi depan Kantor BPKAD.


"Ya, kasus penganiayaan dugaan sementara dilatari motif kesalahpahaman, tersangka telah kita amankan sementara korban telah dibawa kerumah sakit,"ujar Apromico, Senin (15/2) dilokasi.



Sumber Artikel:: https://sumsel.tribunnews.com/2021/02/15/oknum-lsm-oku-selatan-yang-dianiaya-pakai-parang-meninggal-dunia-ini-kronologinya.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.