Indonesia Dirundung Bencana, Bagaimana dengan Sumsel ?Ini Wilayah Rawan Tanah Longsor hingga Banjir

Indonesia Dirundung Bencana, Bagaimana dengan Sumsel ?Ini Wilayah Rawan Tanah Longsor hingga Banjir


Baturajaradio.com --  Indonesia tengah dirundung bencana awal tahun 2021.

Sejumlah bencana mulai dari tanah longsor, banjir, gempa, gunung erupsi hingga jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 silih berganti datang.


Sejumlah bencana yang menjadi duka bagi masyarakat menjadi pembuka awal tahun 2021 ini.


Sejumlah masyarakat pun menjadi korban dari bencana alam dan non alam ini.

 
Terlebih lagi, bulan Januari 2021 merupakan puncak dari musim penghujan di Indonesia.

Intensitas hujan tinggi dengan durasi lama pun bisa menyebabkan terjadinya bencana alam, baik banjir bandang maupun tanah longsor.


Di Sumatera Selatan sendiri setidaknya daerah dengan dataran tinggi cenderung mengalami tingkat kerawanan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. 


"Seperti OKU Selatan, Empat Lawang, Lahat, Tanjung Enim, Pagar Alam, itu dataran tinggi. Kalau intensitas hujan tinggi dengan durasi lama potensi terjadinya banjir dan tanah longsor tinggi," kata Kabid Penanggulangan dan Kebencanaan BPBD Sumsel, Ansori, Minggu (17/1/2021).


Sementara itu untuk dataran rendah seperti OKI, OI, Banyuasin, dan Muba juga turut terjadi tingkat kerawanan bencana seperti banjir akibat genangan dan pasang surut air laut.


Dikatakan Ansori, potensi terhadap terjadinya bencana alam di Sumsel sendiri tetap ada, mengingat kondisi geografis dan juga faktor cuaca yang saat ini merupakan puncak musim penghujan di Indonesia.


"Artinya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama, potensi terjadi bencana alamnya cukup tinggi juga," lanjutnya.


Mengenai antisipasi terhadap terjadinya bencana alam, sejumlah Kabupaten Kota di Sumsel sudah ada yang menetapkan kesiagaannya.


"Intinya karena ini tugas pokok siap tidak siap kita sudah standby dengan peralatan dan personilnya," kata Ansori.


Sosialisasi pun sudah sering dilakukan terhadap masyarakat untuk dapat berhati-hati dan mewaspadai terjadinya bencana alam.


Terlebih lagi masyarakat diminta untuk dapat melihat kondisi hujan dengan intensitas tinggi maupun tanda-tanda alam lainnya.


"Masyarakat juga mungkin lebih paham dengan situasi daerahnya, tidak sertamerta seperti banjir bandang itu kan bisa dilihat dari kondisi aliran sungainya.


Misalkan di Ulu hujan deras tapi aliran air masih kecil perlu diwaspadai adanya sumbatan yang sewaktu-waktu bisa meluap dan menyebabkan banjir bandang," lanjut Ansori.


"Jika tanah longsor biasanya ada suara gemuruh terlebih dahulu diiringi sebelum terjadinya tanah longsor. Intinya masyarakat supaya tau titik kerawanan daerahnya agar mengetahui bencana di daerahnya jika nanti terjadi," tutup Ansori. (Bayazir Al Rayhan Sripoku.com)





(https://palembang.tribunnews.com/2021/01/17/indonesia-dirundung-bencana-bagaimana-dengan-sumsel-ini-wilayah-rawan-tanah-longsor-hingga-banjir?page=2)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.