Panen Menurun, Harga Jual Rendah Diperparah Pandemi Covid-19, Ini Kata Petani Kopi di OKU Selatan

Panen Menurun, Harga Jual Rendah Diperparah Pandemi Covid-19, Ini Kata Petani Kopi di OKU Selatanbaturajaradio.com - Harga kopi di tingkat petani kopi di Kabupaten OKU Selatan hanya Rp 15.000 per kilogram tidak sebanding dengan biaya kebutuhan pokok saat ini.

Ditambah lagi hasil panen yang tak maksimal dikarekan dampak cuaca buruk diperparah pula dengan dampak pandemi  Covid-19.

"Harga kopi saat ini turun menjadi Rp 15 ribu rupiah perkilogramnya, hal ini membuat para petani kopi semakin menjerit, pasalnya biaya pengolahan dan perawatan dan harga kebutuhan tidak sebanding dengan harga jual,"beber Doni warga Desa Simpang Luas Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan, Rabu (10/6/2020).

Terpisah, dikeluhkan Imran warga Desa Keban Agung Kecamatan Kisam Ilir. Menurutnya hasil panen kopi tahun ini sangat menurun dibandingkan dengan hasil panen tahun lalu.

Hasil panen kopi berkurang karena dampak cuaca saat kopi mulai berbuah.

"Hasil tahun ini sangat menurun, mencapai kisaran 15 hingga 20 persen dari pendapatam hasil panen tahun lalu ditambah lagi harga kopi tak kunjung beranjak naik,"ujarnya.

Diungkapkannya, musim kemarau beberapa bulan belakangan terakhir membuat sebagian bunga kopi gagal menjadi buah sehingga sangat berpengaruh terhadap hasil panen.

Sebagai petani, dirinya berharap mendapat solusi terkait harga kopi untuk mengimbangi pendapatan ekonomi para petani kopi. Selain itu diharapkan petani harga lada yang saat ini seharga Rp 25 ribu perkilonya dapat kembali menjadi harapan mereka kedepan.

"Kami menggantungkan nasib dari harga jual panen kopi namun saat ini sangat anjlok, kami berharap harga lada yang akam dipanen diatas bulan Agustus memberikan kejutan," terang Imron.

Sumber>>>https://palembang.tribunnews.com/2020/06/10/panen-menurun-harga-jual-rendah-diperparah-pandemi-covid-19-ini-kata-petani-kopi-di-oku-selatan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.