Anggaran Pilkada Serentak di Kabupaten OKU Dipangkas, Butuh Dana Rp 3,2 M untuk Beli APD


Anggaran Pilkada Serentak di Kabupaten OKU Dipangkas, Butuh Dana Rp 3,2 M untuk Beli APDBaturajaradio.com --Semua anggaran kegiatan pilkada dipangkas kecuali yang sudah terikat kontrak jauh sebelum pandemi covid-19.

Upaya ini dilakukan agar pelaksanaan Pilkada Serentak bulan Desember 2020 berjalan sesuai standar protokuler kesehatan di masa pandemi covid-19.

Hal itu dikatakan Ketua KPUD OKU Naning Wijaya ST yang ditemui di ruang kerjanya Jumat (19/6/2020). Naning didampingi Devisi Teknis Penyelenggaraan, Yudi Risandi SSos MSi menjelaskan komisioner dan jajaran KPUD OKU harus benar-benar jeli dan jitu dalam melakukan refocusing anggaran agar terselenggara Pilkada yang berkualitas sesuai harapan.

Diakui komisioner KPU OKU yang paling menjadi pemikiran adalah pengadaan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap untuk petugas yang akan melakukan jemput bola kepada pemilih yang dicurigai terpapar pandemi covid-19.

Khusus untuk baju Hazmat setiap TPS disediakan satu setel baju Hazmat dengan rincian jumlah TPS (tempat Pemungutan Suara) di OKU sebanyak 725 TPS.

Yudi Risandi SSos MSi menjelaskan, untuk memenuhi standar protokol Kesehatan Covid-19 pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, telah dilakukan refocusing atau pergeseran anggaran dari yang telah direncanakan sebelumnya.

Refocusing anggaran dilakukan menyesuaikan dengan Pilkada di suasana pandemi covid-19, semua yang berkaitan dengan protokol kesehatan harus disiapkan, seperti APD untuk PPK, PPS, KPPS hingga para pemilih pada hari pemungutan suara.

Dibutuhkan dana Rp sekitar Rp 3,2 miliar untuk pengadaan alat-alat APD dimulai dari penyediaan tempat cuci tangan – hand sanitizer, helm pelindung, sarung tangan plastik habis pakai (untuk semua pemilih), thermogun, hingga baju hazmat lengkap.

Khusus untuk tinta juga disiapkan tinta yang sudah bercampur alkohol untuk pemilih yang sudah mencoblos. Harga tinta akohol ini dua kali lipat harga tinta biasa.Kebutuhan dana untuk APD ini digeser dari anggaran kegiatan lain yang dianggap tdak lagi relevan dengan situasi Pilkada di musim pandmei covid-19.

“Pokokya semua biaya kegiatan tahapan pilkada sudah dipangkas kecuali yang sudah terlanjur terikat kontrak jauh sebelum wabah pandemi covid-19 ‘ terang Ketua KPUD OKU.

Seperti diketahui sesuai MoU yang sudah ditandatangai bersama Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dana Pilkada KPU OKU sebesar Rp 40,5 miliar.

Lebih lanjut dikatakan Naning, bahwa regulasi pengadaan barang dan jasa, saat ini sedang dalam proses. Baik mengenai aturan dan tempat belanja APD termasuk penentuan harga satuan. KPU OKU juga akan berkoordinasi dengan pemerintah dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKU untuk mengetahui pemilih yang sedang karantina baik mandiri atau di rumah sakit yang akan menyalurkan hak suaranya. (eni)





Sumber:>>(https://palembang.tribunnews.com/2020/06/19/anggaran-pilkada-serentak-di-kabupaten-oku-dipangkas-butuh-dana-rp-32-m-untuk-beli-apd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.