Darurat Virus Corona, WHO Ubah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Ini Alasan dan Maknanya!

Darurat Virus Corona, WHO Ubah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Ini Alasan dan Maknanya!baturajaradio.com - Pandemi virus corona atau corona virus disease (Covid-19) hingga kini masih menjadi pusat perhatian dunia.

Hal ini lantaran ancaman virus corona atau corona virus disease (Covid-19) telah menyebar di banyak negara di belahan dunia.
Hingga saat ini wabah Virus Corona seolah makin mengkhawatirkan.
Bahkan hingga Sabtu (28/3/2020), tercatat lebih dari 1.000 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona di Indonesia.

Selain himbauan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan, pemerintah setempat telah memberlakukan social distancing (menjaga jarak sosial) untuk mengatasi penyebaran virus corona atau corona virus disease (Covid-19).

Salah satu bentuk antisipasi penyebaran virus corona yakni melalui gerakan sosial melalui media sosial diantaranya tagar #StayAtHome, #SocialDistancing hingga #PhysicalDistanacing.

Kini seruan penerapan pencegahan penyebaran virus corona berubah menjadi kalimat physical distancing dengan alasan terdapat perintah tetap tinggal di rumah guna mencegah penyebaran corona virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyebut pemberian jarak ini sebagai social distancing kini telah diganti menjadi physical distancing.
Hal ini seperti dikutip Sripoku.com melalui laman Kompas.com

Alasannya, penggantian frasa ini untuk mengklarifikasi bahwa terdapat perintah tetap tinggal di rumah guna mencegah penyebaran corona virus. Kendati begitu, hal ini tidak berarti bahwa seseorang memutus kontak dengan orang lain secara sosial.

Penggunaan frasa physical distancing diharapkan dapat memperjelas imbauan WHO, yaitu menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar.

Pada informasi resmi yang dikeluarkan WHO, alasan penggantian frasa dari social distancing menjadi physical distancing yakni karena WHO bertujuan setiap orang tetap dapat terkoneksi.

Alasannya, penggantian frasa ini untuk mengklarifikasi bahwa terdapat perintah tetap tinggal di rumah guna mencegah penyebaran corona virus. Kendati begitu, hal ini tidak berarti bahwa seseorang memutus kontak dengan orang lain secara sosial.

Penggunaan frasa physical distancing diharapkan dapat memperjelas imbauan WHO, yaitu menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar.

Pada informasi resmi yang dikeluarkan WHO, alasan penggantian frasa dari social distancing menjadi physical distancing yakni karena WHO bertujuan setiap orang tetap dapat terkoneksi.

Kenali Istilah Seputar Virus Corona yang Penting untuk Diketahui, Jangan Sampai Salah Paham & Keliru

Mewabahnya virus corona atau corona virus disease (covid-19) membuat informasi mengenai penyakit ini makin gencar disebarluaskan.

Sejak awal kemunculannya Desember 2019 lalu, ada banyak istilah-istilah seputar virus corona  atau corona virus disease (COVID-19) yang muncul.

Belakangan ini masyarakat awam sering dibuat bingung dengan beredarnya sejumlah istilah asing yang dipakai pemerintah dalam menangani penyebaran Virus Corona atau corona virus disease (COVID-19). 

Beberapa istilah mungkin terdengar asing di telinga tentang virus corona atau corona virus disease (COVID-19). 

Banyak yang kemudian bertanya apa itu lockdown, social distancing, work from home dan sejumlah istilah lainnya.

Apa arti dan maksud istilah-istilah itu?
Berikut ulasan selengkapnya yang telah dirangkum Sripoku.com.

Istilah dalam penyakit virus corona: Coronavirus, SARS-CoV-2, Covid-19

Coronavirus

Menurut WHO, coronavirus atau virus corona merupakan adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS.

Nama "coronavirus" berasal dari proyeksi seperti mahkota di permukaannya. "Corona" dalam bahasa Latin berarti "mahkota."

SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 merupakan singkatan dari severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Nama ini ditetapkan oleh Komite Internasional tentang Taksonomi Virus (ICTV) pada 11 Februari 2020 sebagai nama virus corona baru yang menyebabkan COVID-19.

COVID-19

COVID-19 merupakan singkatan dari Corona Virus Disease 2019. Penyakit ini disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Istilah tentang langkah pencegahan corona: Isolasi, Karantina, Social distancing

Isolasi

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDD), isolasi adalah langkah memisahkan orang sakit yang memiliki penyakit menular dari orang yang tidak sakit. Isolasi memungkinkan orang yang terinfeksi menjauh dari orang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.

Karantina

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDD), karantina merupakan langkah memisahkan dan membatasi pergerakan orang yang diduga memiliki penyakit menular untuk melihat apakah mereka benar-benar terinfeksi.

Social distancing

Menurut Center for Disease Control (CDC), social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar-manusia.
Social distancing dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus corona karena virus ini menular antarmanusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

Istilah kebijakan untuk virus corona: Lockdown, KLB, Work From Home (WFH)

Lockdown


Lockdown merupakan protokol darurat yang bertujuan mencegah orang meninggalkan atau masuk suatu area. Dalam kasus COVID-19, lockdown dilakukan untuk mengunci akses masuk dan keluar sebuah daerah atau negara untuk mencegah penyebaran COVID-19.

KLB

Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah salah satu status yang diterapkan di Indonesia untuk mengklasifikasikan peristiwa pernyakit yang merebak dan dapat berkembang menjadi wabah penyakit. Sejumlah daerah di Indonesia yang menetapkan KLB diantaranya adalah Solo, Kalimantan Barat, dan Banten

Work From Home (WFH)

Work From Home atau bekerja dari rumah merupakan istilah kebijakan sebuah perusahaan atau instansi yang meminta pekerjanya untuk bekerja dari rumah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan virus corona.

Istilah untuk pasien: ODP, PDP, Suspek, Pasien Positif, Pasien negatif
ODP

ODP atau orang dalam pengawasan merupakan orang yang diketahui telah memiliki kontak dengan kasus COVID-19 seperti memiliki riwayat perjalanan ke daerah berisiko.

PDP

PDP adalah orang yang sebelumnya ODP, namun mengalami beberapa gejala yang mengindikasikan adanya COVID-19 dari sedang hingga berat seperti batuk, pilek, demam, dan gangguan napas.

Suspek

Merupakan PDP yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19.
Ketika seseorang telah menjadi suspect, maka pasien akan diambil spesimen dari dinding belakang hidung, mulut, serta di rumah sakit rujukan akan dilakukan bronkoskopi untuk mengambil sedikit cairan dari saluran napas.

Pasien positif

Pasien positif merupakan pasien yang sudah terbukti secara medis terinfeksi SARS-CoV-2 dalam serangkaian uji lab.

Pasien negatif
Pasien positif merupakan pasien yang terbukti secara medis tidak memiliki virus SARS-CoV-2 melalui uji lab.

Untuk pasien yang sebelumnya positif dan dinyatakan sembuh, biasanya akan dinyatakan negatif setelah melakukan dua kali tes. 

Istilah tentang persebaran virus: Outbreak, Epidemi, Pandemi

Outbreak
Outbreak atau wabah adalah peningkatan mendadak dalam jumlah kasus penyakit. Wabah dapat terjadi di komunitas atau wilayah geografis, atau dapat memengaruhi beberapa negara.

Epidemi
Epidemi terjadi ketika penyakit menular menyebar dengan cepat ke banyak orang.
Epidemi didefinisikan sebagai wabah penyakit yang terjadi di wilayah geografis yang luas dan memengaruhi sebagian besar populasi.

Pandemi
Merupakan wabah penyakit yang tersebar secara global dan memengaruhi seluruh dunia.

Istilah tentang kasus virus corona: Imported Case, Local Transmisson
Imported Case

Merupakan kasus penularan COVID-19 yang berasal dari luar negeri. Pasien imported case berati ia mendapatkan penyakit saat berada di luar negeri.

Local Transmisson
Kasus penularan COVID-19 yang terjadi di dalam negeri. Pasien Local Transmisson tertular COVID-19 di wilayah Indonesia.

Istilah dalam perawatan medis: Swab test, Hazmat suit, Spesimen

Swab test
Swab test atau uji swab merupakan serangkaian pengujian dengan mengambil sampel ludah atau lendir di tenggorokan bagian belakang atau saluran pernapasan bawah. Sampel ini diambil untuk mendeteksi ada tidaknya virus corona.

Hazmat suit
Hazmat suit atau hazardous materials suit dikenal sebagai setelan dekontaminasi.
Pakaian ini digunakan oleh tenaga medis untuk menghindari paparan virus atau media berbahaya.

Dalam kasus COVID-19, hazmat suit diperlukan untuk melindungi diri dari penularan virus saat tenaga medis merawat pasien.

Spesimen
Spesimen merupakan sampel dari organisme yang diambil untuk mengetes ada tidaknya virus di dalamnya.
 

Istilah dalam pelayanan kesehatan: Screening Pasien hingga Fasyankes

Screening Pasien

Merupakan proses pemeriksaan sekelompok orang untuk memisahkan orang yang sehat dan orang yang berisiko memiliki COVID-19.

Klaster
Klaster merupakan istilah untuk mengkategorikan dari mana asal penyebaran virus. Istilah klaster ini merujuk pada seluruh pasien yang tertular di tempat yang sama.

Tracking Pasien
Tracking Pasien merupakan tindakan melacak riwayat aktivitas pasien sebelum diduga terjangkit Co. Riwayat ini meliputi riwayat perjalanan, tempat apa saja yang dikunjungi, hingga siapa saja yang telah melakukan interaksi dengan pasien.

Fasyankes
Fasyankes merupakan singkatan dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Fasyankes adalah pelayanan kesehatan masyarakat yang disediakan pemerintah. Dalam kasus COVID-19, Fasyankes menjadi tempat untuk penanganan pasien COVID-19.


Sumber>> https://palembang.tribunnews.com/2020/03/28/darurat-virus-corona-who-ubah-social-distancing-jadi-physical-distancing-ini-alasan-dan-maknanya?page=4.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.