Cegah Corona, Kejari Periksa Penumpang di Stasiun Baturaja

baturajaradio.com- Pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Indonesia menjadi tanggung jawab semua pihak. Tak terkecuali Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU).

Korps Adhiyaksa OKU tersebut melakukan kegiatan pencegahan penyebaran virus corona di sejumlah lokasi strategis tempat transit penumpang. Salah satunya di Stasiun Kereta Api Baturaja dan Terminal Tipe A Batukuning.

Kegiatan pencegahan penyebaran virus corona yang dilaksanakan, Rabu (18/3/2020), dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Abu Nawas SH.

“Kegiatan ini berdasarkan surat keputusan Bupati OKU No. 01./KPTS/DINKES/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Pembentukan Satuan Tugas Pencegahan Penanggulangan Corona Virus Diseases – 19 (Covid – 19),” kata Kasi Intel Kejari OKU Abu Nawas.

Kegiatan tersebut menurut Abu Nawas sebagai bentuk sinergitas antara Pemkab OKU, Kejari OKU, Dinkes OKU, Dishub OKU dan PTKAI Baturaja.

Kegiatan pencegahan penyebaran virus corona dimulai dari Stasiun Kereta Api Baturaja dengan cara memeriksa para penumpang yang akan berangkat melalui Stasiun Kereta Api Baturaja dengan tujuan Kertapati (Palembang) dan Tanjung Karang (Lampung).

“Pemeriksaan dilakukan kepada para penumpang baik yang akan berangkat maupun yang tiba di Baturaja,” jelas Abu Nawas.

Setelah diperiksa tim medis yang didampingi dokter umum dan dilengkapi alat deteksi suhu tubuh yaitu Skintem Digital, di stasiun tidak ditemukan adanya suhu tubuh penumpang yang menunjukkan terinfeksi virus covid. Karena semua suhu tubuh penumpang yang diperiksa di bawah 37°c.

“Jumlah total penumpang kereta yang kita cek suhu tubuhnya berjumlah 359 orang,” terangnya.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan di stasiun selanjutnya tim Kejaksaan dan tim medis menuju ke Terminal Bus Tipe A Batukuning OKU, dan tim gabungan memeriksa seluruh penumpang bus berjumlah 79 orang yang melintas di Kabupaten OKU dengan tujuan pulau Jawa menggunakan 2 bus Rosalia.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tidak ditemukan diduga terindikasi virus covid 19,” pungkas Abu Nawas.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.