Atasi Pandemi Corona, Pemerintah Diminta Refocusing Program

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Marwan Jafar. Baturajaradio.com -Meluasnya wabah Covid-19 hingga di beberapa daerah di Tanah Air, dinilai menambah kepayahan kondisi perekonomian nasional. Apalagi, gejala-gejalanya sudah terasa sebelum adanya wabah virus tersebut. 

Setidaknya, ini terindikasi dari adanya defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Termasuk tingginya inflasi akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan juga merosotnya IHSG yang secara langsung maupun tidak lamgsung berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Terkait hal ini, Anggota DPR RI, Marwan Jafar, mendorong pemerintah agar melakukan revisi dan realokasi APBN 2020 guna mengurangi kegiatan-kegiatan yang berskala besar dan jangka panjang, agar difokuskan pada sektor kesehatan, sosial dan ekonomi mikro.

Menurut Mantan Menteri Desa PDTT ini, strategi konkrit yang mendesak dan segera dilakukan pemerintah adalah menerapkan kembali intervensi program bidang kesehatan untuk penanganan tanggap darurat Covid-19.

Di bidang sosial, lanjutnya, bisa diwujudkan dalam bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS). "Di bidang ekonomi bisa diwujudkan dalam bentuk bantuan kepada Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM)," ujarnya, dalam keterangan pers, Ahad (22/3) malam.

Sebab, kata Marwan, program JPS tepat untuk membantu masyarakat miskin dan pengangguran dalam meningkatkan daya beli mereka. Apalagi, UMKM sejauh ini cukup tahan banting di tengah situasi darurat ekonomi.

"Hemat saya, perlu kebijakan mengurangi suku bunga Bank dan perlu mempermudah Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar usaha UMKM tetap bertahan sebagai penopang perekonomian rakyat, dari tekanan wabah Corona," tegasnya.

Marwan juga mendesak agar refocusing anggaran di seluruh kementerian dan lembaga maupun pemerintah daerah (pemda) untuk membantu intervensi program, guna menggenjot sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan sektor informal agar segera bangkit. 

Selain itu, Anggota FPKB ini juga mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi adanya lonjakan harga kebutuhan pokok atau sembako di tengah masyarakat dengan melakukan operasi pasar hingga di daerah- daerah. 

"Saya memiliki optimisme, dengan cara itu Indonesia dapat bertahan dari kemungkinan terburuk seperti krisis dan resesi ekonomi melalui strategi mengencangkan ikat pinggang dan mengurangi hutang," tandasnya.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.