Dandim OKU Letkol Tan Kurniawan Ajak Wartawan Perangi Berita Hoax, Gelar Coffee Morning



Dandim OKU Letkol Tan Kurniawan Ajak Wartawan Perangi Berita Hoax, Gelar Coffee Morningbaturajaradio.com - Dandim 0403/OKU Letkol Arh Tan Kurniawan SAP MIPol mengajak wartawan di OKU Raya (OKU,OKUT dan OKUS) memerangi berita hoax yang sering beredar di masyarakat.

Hal itu disampaikan Dandim OKU saat bersilaturahmi dengan awak media massa (cetak, Televisi, Radio dan Online) yang melakukan tugas jurnalistik di wilayah teritorial Kodim OKU yang membawahi 3 kabupaten.

Silaturahmi yang dibungkus dalam coffee morning silaturahmi Dandim OKU bersama wartawan Media Massa di wilayah Kodim OKU, Jumat (21/2/2020) .

Kegiatan dipusatkan di aula alsintan Makodim OKU dihadiri Kasdim OKU Mayor Inf Sukriyanto SIP, pabung, perwira staf Kodim 0403/OKU. Ketua PWI Kabupaten OKU Timur dan Ketua PWI OKU Selatan.

Dikatakan Dandim isu-isu hoax yang sering beredar di masyarakat harus diperangi,| “ Ayo wartawan mari kita sama-sama memerangi berita-berita hoax yang kadang meresahkan masyarkat," ajaknya.

Dikatakan Dandim, wartawan yang menguasai lalu lintas informasi agar ikut membantu mengurangi penyebaran brita-berita hoax. 

Dikesempatan itu Dandim juga mengajak wartawan agar bersama-sama mendorong dan memotivasi seluruh elemen masyarakat agar ikut membantu program pembamgunan di wilayah masing-masing.

Dandim yang juga putera daerah asli Kabuaten OKU ini mengajak para media ikut memberitakan informasi pembangunan sehingga masyarakat tahu. 

Sementara itu perwakilan dari wartawan OKU yang disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat PWI Kabupaten OKU Dra Leni Juwita memberi appresiasi kegiatan coffee morning Dandim dan jajaran bersama wartawan di OKU Raya. 

Kemitraan yang sudah terjalin dengan baik bersama Dandim terdahulu akan lebih ditingkatkan lagi.

Dikesempatan itu wartawan Sripo-Tribun ini menyambut baik seruan Dandim untuk memerangi berita-berita hoax di OKU Raya.

Dikatakan Penasihat PWI OKU, wartawan adalah ujung tombak yang mengatur lalu lintas informasi. Dalam tugasnya wartawan memegang kode etik jurnalistik, setiap informasi yang beredar harus digali kemudian dilakukan check and recheck.

“ Konfirmasi itu hukumnya wajib, sehingga berita yang diterbitkan betul-betul akurat dan berimbang imbuh Leni.

Leni mencontohkan, beberapa hari terakhir kasus berita penculikan hoax di Kota Baturaja mewarnai halaman surat kabar dan terbit di semua media online.

Masyarakat sudah gempar, para orang tua sudah khawatir ternyata setelah dilakukan penggalian lebih dalam dan polisi melakukan pendalaman kasus ternyata hanya karangan anak usia 10 tahun yang takut kembai ke rumah gara-gara uang infaq masjid hilang di jalan.

Berita seperti ini juga harus menjadi perhatian wartawan agar senantiasa melakukan check and recheck dan konfirmasi sesuai standar kerja jurnalistik.


(https://palembang.tribunnews.com/2020/02/21/dandim-oku-letkol-tan-kurniawan-ajak-wartawan-perangi-berita-hoax-gelar-coffee-morning?page=all)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.