Kementan Sebut Panen Jagung Februari 500 Ribu Hektare



Petani menjemur jagung yang baru dipanen di Desa Galis, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (14/1/2020).baturajaradio.com -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan, harga rata-rata harga jagung nasional hingga penghujung Januari masih stabil. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, mengatakan, harga masih berkisar antara Rp 4.100 - Rp 4.600 per kilogram sesuai kadar air dan lokasi stok.

Pada bulan Februari mendatang, Suwandi mengatakan akan terdapat area panen seluas 500 ribu hektare dengan rata-rata produktivitas 5,5 ton - 6 ton per hektare. Dengan kata lain diperkirakan volume panen jagung pada bulan depan akan mencapai sekitar 2,7 juta - 3 juta ton.

"Jagung panen bulan depan hampir 500 ribu hektare," kata Suwandi di Jakarta, Senin (28/1).

Ia mengakui, terdapat beberapa kendala di lapangan seperti banjir dan serangan hama ulat grayak. Namun, Kementan telah menurunkan tim untuk membantu penanganan hama dan antisipasi dampak yang bisa menghilangkan potensi produksi. Kementan, kata Suwandi, juga telah memiliki sistem pelaporan secara daring dari para petugas penyuluh di lapangan.

Kementan, kata Suwandi, mengimbau para petani untuk menjaga kebersihan tanaman agar tidak terserang penyakit. Jika mengetahui terdapat tanda-tanda serangan hama, petani diharap melapor secara cepat kepada penyuluh di masing-masing daerah.
"Kita akan layani dan selesaikan tapi sementara ini laporan belum banyak," kata Suwandi. 




(https://republika.co.id/berita/q4skyh370/kementan-sebut-panen-jagung-februari-500-ribu-hektare)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.