KAI akan Bangun Angkutan Feeder Kereta Cepat Senilai Rp 4 T



Foto udara terowongan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung di Cibeber, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (18/12/2019).baturajaradio.com --PT KAI menggelar rapat dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait progres pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung di Rumah Dinas Pakuan, Selasa (21/1).

Menurut Direktur Perencanaan Strategis Pengembangan Usaha PT KAI, Amrozi Hamidi, pihaknya dengan gubernur Jabar membahas angkutan feeder atau angkutan penghubung kereta api cepat dari Tegalluar ke Kiaracondong.

"Yang Kiaracondong sampai Rancaekek akan dibangun double track. Namun dari Cimekar akan melengkung ketemu dengan Tegalluar menggunakan konstruksi elevated di atas jalan tol," ujar Amrozi kepada wartawan.

Menurut Amrozi, saat ini pembangunan angkutan feeder tersebut masih dalam kajian dengan LAPI ITB. Selain itu, dilakukan juga kajian kelayakan studi dengan pihak Bahana Sekuritas. Proyek ini, nantinya yang mengerjakan konsorsium PT KAI dan mungkin nanti dari KCIC.

"Panjang totalnya 16,2 Km. Taksiran kebutuhan anggarannya kira-kira sebesar Rp 4,3 triliun termasuk sarana," katanya.

Saat ini, kata dia, masalah pendanaan masih dicari terobosan finansialnya. Karena, memang belum ada. Nanti, akan ada pertemuan lanjutan sekitar bulan depan dengan gubernur.

"Untuk lahan ada pembebasan. Tapi, nanti disiapkan sama Pak Gubernur," katanya.

Terkait target pembangunan angkutan feeder tersebut, Amrozi mengatakan, saat ini masih proses feasibility study (FS). Dia berharap, pertengahan tahun bisa mulai konstruksi.




(https://republika.co.id/berita/q4ghr7368/kai-akan-bangun-angkutan-feeder-kereta-cepat-senilai-rp-4-t)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.